Tekan Pengangguran, Ma’mun Amir Dorong Konsep Pembangunan Padat Karya

oleh -

BALUT, SULTENGNEWS.COM – Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir hadir bersilaturahmi ke Desa Labuan Kapelak, Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut. Didampingi Tim pemenangan dan Tim Koalisi, Ma’mun Amir menyampaikan kedepan seharusnya pemerintah dari tingkat desa sampai provinsi menggalakan program padat karya.

“Pengangguran dan kemiskinan memang masih tergolong tinggi baik itu di Provinsi Sulawesi Tengah atau di Kabupaten Banggai Laut, untuk itu perlu langkah-langkah kongkret dalam menyelesaikannya,” tutur Ma’mun Amir

Menurutnya salah satu hal contoh yang sederhana adalah pembangunan yang menerapkan konsep padat karya. Yaitu melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

“Program pembangunan atau pengerjaan revitalisasi saluran drainase atau gorong-gorong di desa misalnya, seharusnya kepala desa atau dinas terkait bisa melibatkan warga setempat yang tidak memiliki pekerjaan,” tutur Ma’mun Amir

Menurutnya manfaatnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat, memberikan pemasukan bagi warga yang tidak bekerja, mempercepat pemulihan ekonomi, dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dalam dialognya masyarakat juga berharap bantuan pemasangan talud dibelakang rumahnya, agar ketika pasang air tidak membanjiri rumah warga.

Menurut Mursalim, anggota DPRD Kabupaten Banggai Laut masyarakat disini merupakan masyarakat yang mata pencahariannya sebagian besar adalah nelayan dan petani. Dan memiliki potensi ekowisata karena memiliki keindahan laut yang luar biasa. Selain butuh program yang pro nelayan, mereka berharap ada sekolah SMA/ SMK terdekat dan perguruan tinggi.

“Saya dan pak Rusdy persoalan pendidikan menjadi prioritas nomor 2 setelah kesehatan, selain akan membebaskan biaya SPP untuk SMA/SMK akan ada beasiswa untuk ke perguruan tinggi luar dan dalam negeri. Untuk pembangunan sekolah memang ada yaitu pembangunan Sekolah Vokasi Berbasis Komoditas Rakyat di Setiap Kabupaten/Kota,” Ma’mun Amir

Ma’mun Amir menambahkan perlu dilihat potensi yang ada apakah SDM nya banyak yang membutuhkan atau tidak, jangan sampai dibangunkan sekolah nantinya guru dan siswanya tidak ada. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *