Suparno: Ma’mun Amir Pemimpin Yang Menjunjung Tinggi Toleransi

oleh -
Calon Wakil Gubernur Sulteng, Ma'mun Amir saat bersilaturahmi dengan masyarakat. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Suparno Legislator Nasdem DPRD Dapil IV Kabupaten Banggai, saat mendampingi Ma’mun Amir Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di Desa Bukit Makarti, Toili Barat. Dirinya sampaikan sosok Ma’mun Amir yang sudah lama dikenalnya sejak menjadi kepala desa bahwa dia adalah pemimpin yang menjunjung tinggi toleransi dan banyak karya.

“Saya kenal beliau sejak menjadi wakil bupati, bupati, dan saya jadi kepala desa belasan tahun lalu, dan silaturahmi serta komunikasi kami pun selalu terjaga. Beliau ini salah satu pemimpin yang pro dengan petani, sehingga produksi lahan petani bisa mencapai 13 karung per hektar, namun hari ini cuma 2 karung per hektar karena kelangkaan pupuk dan irigasi pertanian yang bermasalah,” jelas Suparno

Menurutnya Ma’mun Amir adalah sosok yang peduli dan sangat merangkul masyarakat transmigran dari luar seperti Jawa dan Bali. Kepedulian dan programnya sangat dirasakan dirinya dan masyarakat trans Jawa yang ada di Kabupaten Banggai. Terkhusus masyarakat yang bermata pencarian petani.

“Saya ingat karya beliau banyak didaerah Toili Barat ini, seperti jembatan penghubung antar desa yang ada di Desa Rata Pantai sana, pupuk subsidi yang banyak kita rasakan sehingga dulu kita pernah swasembada beras, ketika saya menjadi kepala desa pun banyak belajar dari beliau menjadi pemimpin yang baik untuk masyarakat,” ungkap Suparno

Senada dengan Suparno, I Wayan Supadiyasa Ketua DPC Hanura Kabupaten Banggai yang ikut mendampingi Ma’mun Amir mengatakan bahwa pasangan Rusdy-Ma’mun sudah paripurna, melewati proses survei, lolos verifikasi, dan ditetapkan KPU Provinsi Sulawesi Tengah. Dan dirinya yakin Rusdy-Ma’mun dapat menenangkan pemilahan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah 2020.

“Kalau ada yang bilang pasangan ini sudah berumur, itu semua keliru karena pasangan calon ini mampu berkeliling menyapa masyarakat di Sulawesi Tengah sudah banyak desa dikunjungi. Hal ini menunjukkan fisik mereka masih mampu dan fit serta dapat membawa kemajuan, kemudian perubahan menjadi memimpin Sulawesi Tengah,” jelas Wayan politisi asal Bali

Wayan yang sudah lama tinggal di Kabupaten Banggai, juga mengatakan Ma’mun Amir adalah sosok pemimpin yang tidak membeda-bedakan suku, agama, dan ras masyarakat yang dipimpinnya. Sebagai orang yang dekat dengan masyarakat trans Bali dan juga keturunan dari Bali, dirinya mengatakan Ma’mun Amir tetap peduli dengan masyarakat Bali yang ada di Kabupaten Banggai.

“Masyarakat trans yang ada di Kabupaten Banggai memang banyak mendapat perhatian dari Bapak Ma’mun Amir ketika dirinya menjadi pemimpin di Kabupaten Banggai ini, saya melihat kesejahteraan dan kemajuan terjadi pada masyarakat trans. Karena tidak bisa dipungkiri dalam sejarahnya kerajaan Banggai memiliki ikatan emosional sejarah dimasa lalu dengan kerajaan di pulau Jawa sehingga tidak heran jika kita harus menerima dengan baik masyarakat trans baik dari pulau Jawa atau Bali,” jelas Ridwan tokoh pemuda Banggai

Transmigrasi adalah suatu program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk (kota) ke daerah lain (desa) di dalam wilayah Indonesia. Seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran. Dasar hukum yang digunakan untuk program ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian (sebelumnya UU Nomor 3 Tahun 1972)dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Transmigrasi (Sebelumnya PP Nomor 42 Tahun 1973). RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *