Akses ke Tolitoli Mau Dibuka, Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 14 Kasus

oleh -

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli berencana akan membuka akses masuk ke kabupaten itu pada tanggal 1 Juni 2020. Namun pasien positif corona di Kota Cengkeh itu, malah bertambah jadi 14 kasus dari sebelumnya 11 kasus.

Penambahan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium covid 19 yang dilakukan pada Laboratorium Biologi Molekuler Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dengan menggunakan metode real-time PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) belum lama ini.

Dari 87 sampel swab yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli terdapat empat sampel yang terkonfirmasi positif, dengan rincian satu sampel merupakan pemeriksaan swab ke dua kali dan tiga sampel swab yang baru.

Juru bicara gugus tugas Covid 19 Kabupaten Tolitoli, Arham Yacub menjelaskan, pasien berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang kedua kali merupakan pasien yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas (PKM) Kecamatan Dondo adalah seorang laki-laki berumur 30 tahun. Sementara tiga pasien hasil pemeriksaan swab yang baru yakni satu seorang perempuan berumur 49 tahun juga berasal dari Puskesmas Dondo, selanjutnya laki-laki umur 53 tahun asal Puskesmas Baolan dan satunya lagi laki-laki usia 25 tahun asal Puskesmas Kecamatan Galang.

“Sampai dengan hari ini, Kamis tanggal 28 Mei di Tolitoli kasus positif virus corona sudah14 pasien. Lima pasien diisolasi di RSUD Mokopido dan 9 pasien karantinanya di lokasi fasilitas Pemerintah Daerah,” sebut Arham Yacub, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, meskipun akses masuk ke wilayah Tolitoli akan dibuka kembali, namun sejatinya wargah tak boleh lengah menangkal penyebaran virus corona dengan cara terus mentaati anjuran pemerintah agar selalu menerapkan protokol pencegahan covid 19 dengan selalu menjaga jarak dan memakai masker bila berada di luar rumah serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.

“Sekarang ini kita hidup berdampingan dengan virus corona, sehingga kita semua harus memahami dan mematuhi cara pencegahannya,” kata Arham. LAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *