YSTC – PKBI Gelar Workshop Pengembangan Protokol Kesehatan di Kelas

oleh -
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Drs. Ambotuwo, S.Pd, M.Si didampingi Kepada Bidang Pendidikan Dasar Drs. Yabidi, M.Si saat membuka workshop pengembangan protokol kesehatan di kelas yang dilaksanakan pada 30 – 31 Maret 2021 lalu. FOTO : DOK. YSTC - PKBI

PALU, SULTENGNEWS.COM – Yayasan Sayangi Tunas Cilik atau Save The Children yang bermitra dengan PKBI Sulawesi Tengah, melaksanakan workshop pengembangan protokol kesehatan di kelas, sebagai salah satu upaya persiapan dalam menyambut pembelajaran tatap muka bagi sekolah di Kota Palu.

Workshop itu diikuti kepala sekolah, guru dan perwakilan komite dari 15 sekolah dampingan YSTC – PKBI di Kota Palu yang dilaksanakan pada tanggal 30 – 31 Maret 2021 lalu di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.

Sebagai narasumber pada kegiatan ini yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Husaemah, M.Kes dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Palu Drs. Yabidi, M.Si yang mewakili Kepala Disdikbud Kota Palu.

Kegiatan ini berlaksung selama dua hari dan menghasilkan beberapa poin yang bisa dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kota Palu. Selain kedua narasumber yang begitu aktf dan antusias dalam menyampaikan materinya, para peserta workshop juga terlihan sangat aktif memberikan usulan dan masukan berdasarkan kondisi dan pengalaman di sekolahnya masing – masing baik saat pembelajaran daring maupun nuring.

Adapun beberapa pon hasil workshop yakni;

  1. Diperlukan sosialisasi secara matang dan berkesinambungan tentang model penerapan protokol kesehatan di kelas/sekolah yang efektif.
  2. Vaksinasi dapat dilakukan segera kepada seluruh warga sekolah agar proses pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan dan kehidupan bersekolah kembali normal.
  3. Perlu penerapan protokol kesehatan yang efektif secara permanen meski pandemi berakhir, untuk memastikan kesehatan warga sekolah sekaligus sebagai tradisi positif menjaga pola hidup bersih dan sehat.
  4. Kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam wacana pembukaan sekolah tatap muka, sehingga apapun keputusan akhir yang diambil oleh pengampu kebijakan, tentang jadi atau tidaknya sekolah tatap muka digelar, semua tergantung dengan kondisi perkembangan kasus di lapangan dan keputusan pemerintah pusat.
  5. Langkah pertama dan utama untuk pencegahan covid-19 di sekolah adalah memastikan seluruh area dan fasilitas di lingkungan sekolah dalam keadaan bersih. Olehnya pihak sekolah mesti bertanggung jawab penuh pada kebersihan lingkungan masing-masing. Bila perlu ada audit dan sertifikasi khusus yang diberlakukan, terhadap sekolah yang lingkungannya kotor dan tidak terjaga, maka sekolah tatap muka tidak direkomendasikan untuk dibuka di sekolah tersebut.
  6. Perlu kerjasama dari seluruh pihak terkait termasuk orang tua siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi untuk meningkatkan hasil belajar anak
  7. Untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selanjutnya, model kombinasi (luring maupun daring) tetap dapat dilakukan. Ini bisa menjadi alternatif sekaligus variasi dalam pembelajaran. Namun secara umum, pembelajaran langsung dapat segera dilakukan karena dirasakan lebih efektif.
  8. Sekolah hendaknya diberikan keleluasaan untuk mengelola sekaligus menetapkan pembiayaan pengadaan fasilitas pendukung demi pemenuhan kebutuhan penanganan maupun pencegahan sesuai kondisi internal sekolah
  9. Pemeriksaan kesehatan secara berkala hendaknya dilakukan kepada seluruh warga sekolah dengan melibatkan rumah sakit, klinik, puskesmas dan lembaga kesehatan lainnya yang relevan
  10. Jika pun sekolah tatap muka belum dapat digelar secara penuh, paling tidak dapat dilakukan sebagian dan dilakukan dengan menggunakan sistim shift atau terjadwal bergiliran.
  11. Perlu keterlibatan semua pihak masyarakat eksternal sekolah terkhusus komite sekolah untuk memberi edukasi, pengawasan, dan advokasi dalam upaya bersama penuntasan semua masalah yang berkaitan dengan pembukaan sekolah tatap muka maupun model pembelajaran di masa pandemi.
  12. Perlu penegakkan aturan maupun sanksi yang tegas yang bersifat edukatif bagi para pelanggar protokol kesehatan di sekolah, sebab ini menyangkut kesehatan dan keselamatan bersama.

Itulah beberapa poin hasil workshop yang bisa menjadi pedoman bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di semua sekolah di Kota Palu. FUL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *