YLKI Sulteng Tegaskan Nasabah Lunas Angsuran, Perusahaan Leasing Segera Serahkan BPKB

oleh -
oleh
Ketua YLKI Provinsi Sulawesi Tengah Salman Hadianto. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Perwakilan Sulawesi Tengah menanggapi terkait adanya keluhan dari nasabah perusahaan leasing di kota Palu yang belakangan lagi ramai diberitakan di sejumlah media lokal, kota Palu.

Menurut Ketua YLKI Provinsi Sulawesi Tengah Salman Hadianto, mengatakan, tentang hak-hak konsumen bahwa semuanya telah jelas tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen No.8/1999, yang secara tegas mengatur tentang Hak dan Kewajiban konsumen serta pelaku usaha.

“Saya minta agar pihak-pihak leasing dapat merealisasikan kewajibannya. Yakni segera menyerahkan Jaminan BPKB kepada Nasabah, jika seluruh cicilannya sudah Lunas,” urainya kepada SultengNews.com, Kamis (16/2/2023) malam.

“Jika pihak Leasing tetap lambat, maka harus menerima sanksi setimpal berupa denda keterlambatan juga, dong,” sindirnya.

Lebih lanjut Salman menambahkan, terulangnya kembali kejadian-kejadian serupa yang merugikan konsumen beberapa waktu lalu, itu membuktikan bahwa posisi konsumen itu lemah dihadapan Pelaku usaha.

“Sebenarnya kekuatan yang sesungguhnya itu berada pada konsumen. Olehnya, saya mengajak kepada kita semua selaku Konsumen untuk Bersatu menegakkan hak-hak konsumen,” sebutnya.

Kemudian Salman jelaskan, mestinya balance, jangan hanya di saat konsumen tidak melaksanakan kewajibannya saja maka sederet sanksi akan diberikan dari pelaku usaha. Terus bagaimana jika pelaku usaha yang tidak melaksanakan kewajibannya itu.

“Jika konsumen tidak melakukan kewajibannya, maka ada sanksi denda keterlambatan, sanksi penarikan jaminan kredit/pinjaman dan tindakan lainnya. Namun sebaliknya, jika pelaku usaha yang tidak memenuhi kewajibannya, maka cukup dengan kata-kata sementara dalam proses, sabar, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Olehnya tegas Salman, ketidakseimbangan antara posisi konsumen dan pelaku usaha ini yang perlu dibenahi dan ditegakkan serta diperjuangkan bersama-sama oleh seluruh konsumen.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk bersatu menegakan UU perlindungan konsumen tersebut. Bukan hanya saat adanya kasus saja kemudian kita baru mengharapkan bantuan dari  lembaga konsumen atau dan lain sebagainya. Akan tetapi, kita harus berani melawan dan  memperjuangkan hak-hak kita jika telah di rampas oleh pelaku usaha,” tegasnya.(*/ZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.