Waspadai Kejahatan Disektor Jasa Keuangan; Berikut Modus Para Pelakunya..!

oleh -
Pimpinan Bank Mandiri Cabang Poso, Gladies Nerly Kambey saat menyampaikan materi pada kegiatan “Kumpul Jurnalis 2021” yang diselenggarakan OJK Sulteng bersama PWI Sulteng di Danau Poso Resort, Rabu (24/11/2021). FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

POSO, SULTENGNEWS.COM – Kejahatan disektor jasa keuangan atau Financial Crime melalui modus Phishing (Pengelabuhan) dan Social Engineering (Rekayasa Sosial), hingga kini masih terus terjadi dan menimpa masyarakat dengan berbagai modus yang membuat masyarakat terperdaya.

Hal ini menjadi perhatian serius dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sehingga berbagai upaya terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah tertipu dan terpedaya dengan kejahatan disektor jasa keuangan.

Salah satu upaya yang dilakukan OJK Sulteng yakni, melakukan shering informasi terkait kejahatan disektor keuangan dengan para wartawan di Sulteng baik cetak maupun online melalui kegiatan “Kumpul Jurnalis 2021” di Danau Poso Resort, Tentena pada Rabu (24/11/2021) lalu.

Untuk membahas masalah kejahatan disektor keuangan ini, OJK Sulteng mengundang Pimpinan Bank Mandiri Cabang Poso, Gladies Nerly Kambey yang membahas tema Waspadai Financial Crime Melalui Modus Phishing dan Social Engineering”.

Gladies Nerly Kambey menjelaskan, maraknya kejahatan di sektor jasa keuangan atau financial crime, khususnya disektor perbankan paling mendapat sorotan aparat penegak hukum.

Gladies menjelaskan ada beberapa modus para pelaku kejahatan yang memanfaatkan beberapa media untuk mengelabui masyarakat diantaranta;

Pertama, melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Modusnya biasanya pelaku menggunakan Skimmer, Card Traping, Card And PIN Shering, Social Engineering, Call Canter Pulsa dan pencurian data kartu. Jadi saat kita di dalam ruang ATM, pastikan kondisi benar – benar aman sebelum kita menggunakan PIN untuk menarik uang.

Kedua, melalui Internet Banking dengan modus melalui Phishing (Pengelabuhan), Mal/Malware In the Browser atau sinkronisasi token, Tyiposite dan Keylogger (Pencatatan Kunci/pasword). Jadi, jangan pernah meminta orang lain untuk membantu anda melalui internet banking.

Ketiga, melalui SMS Banking dengan modus mengirimkan pesan melalui hanphone kita beserta link yang harus kita klik atau menghubungi nomor tertentu yang tertera dalam pesan. Bisanya pelaku mencuri nomor ponsel, pembajakan nomor ponsel atau ponsel digunakan orang lain.

Empat, melalui mobile banking dengan modus pelaku melakukan mencuri nomor ponsel, pembajakan nomor ponsel dan cloning nomor ponsel. Jadi, jangan pernah memberikan nomor ponsel anda kepada orang yang tidak anda kenal.

Lima, melalui phone banking dengan modus Call Center Palsu, menebak pin berulang – ulang.  Enam, video banking melalui booth video benking palsu.

Gladies Nerly Kambey juga menjelaskan bahwa kejahatan lain yang biasa juga dilakukan para pelaku yakni Social Engineering (Rekayasa Sosial).

“Social engineering adalah upaya yang memanfaatkan pendekatan sosial untuk mendapatkan data rahasia nasabah atau meminta nasabah melakukan sesuatu yang menguntungkan pelaku, seperti transfer uang, pembayaran tagihan, dan pembelian pulsa,” jelas pimpinan Bank Mandiri Cabang Poso ini.

Kejahatan ini kata Gladies, merupakan teknik pembohongan melalui perilaku sosial yang dilakukan oleh hacker untuk mengelabui orang agar memberikan informasi rahasia seperti PIN, Password dan data – data lainnya.

Modus lainnya yakni Phishing, yaitu jenis social engineering untuk memperoleh berbagai informasi penting seperti username, password, nomor kartu kredit, PIN dan sebagainya.

Modusnya, pelaku biasanya meminta (memancing) pengguna komputer untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa e-mail, website atau komunikasi elektronik lainnya. Pesan palsu tersebut tampak seperti sungguhan dan meminta korban untuk segera mengirimkan informasi tertentu.

Modus Kejahatan Social Engineering :

  • Pelaku mengirimkan pesan melalui SMS, e-mail, atau media lain yang berisi pengumuman pemenang hadiah dan meminta nasabah untuk menghubungi nomor telepon atau membuka website tertentu.
  • Pelaku memandu nasabah untuk: memberikan informasi rahasia seperti PIN, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu kredit, dan kode pengaman kartu kredit (CVV, yaitu 3 angka yang tertera di belakang kartu).

Modus Kejahatan Phishing :

  • Mengirimkan pesan melalui e-mail, SMS, halaman web, atau media komunikasi elektronik lainnya kepada calon korban yang menjadi targetnya.
  • Meminta informasi personal yang sensitif, seperti user ID, password/PIN, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu kredit, dan CVV.
  • Memberikan batasan waktu yang singkat (urgent). Penjahat mengarahkan korban melakukan tindakan sebelum memikirkannya secara mendalam, sehingga mereka menciptakan suasana kegentingan dan menginformasikan konsekuensi buruk jika tidak ditindaklanjuti.

Mitigasi Resiko Financial Crime Phishing:

  1. Jangan pernah mengirimkan informasi sensitif melalui e-mail. Perlu diketahui bahwa suatu perusahaan tidak akan meminta informasi sensitif melalui e-mail atau sarana elektronis lainnya yang tidak aman Menggunakan anti virus yang terkini.
  2. Jangan mengklik link apapun pada pesan (e-mail) yang terindikasi phishing, selalu Mengkonfirmasikan kepada pihak bank melalui call center yang resmi jika ada permintaan yang mencurigakan.
  3. Jangan pernah memasukkan user ID dan password pada suatu halaman web yang terbuka otomatis (pop up) atau dari link. Ketiklah alamat halaman web yang akan dibuka dan selalu Hati-hati mengunduh attachment e-mail karena dapat berisi virus/malware yang dapat mencuri data sensitif.

Mitigasi Resiko Financial Crime Social Engineering :

  1. Nasabah hendaknya tidak mudah tergoda dengan tawaran hadiah yang disampaikan melalui telepon, SMS, e-mail, atau media sosial.
  2. Mencari informasi ke sumber lain yang terpercaya untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima
  3. Tidak memberikan informasi rahasia seperti PIN, nomor kartu kredit, masa berlaku kartu kredit, dan kode CVV kepada orang lain.

Diakhir penyampaian materinya, Gladies Nerly Kambey kembali mengingatkan agar masyarakat benar – benar bisa mengenali modus para pelaku kejahatan keuangan dengan tidak memberikan informasi apapun kepada orang lain apalagi yang tidak dikenal sama sekali. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.