Warga Lere Minta Lurah di Ganti ke Lurah Lama

oleh -

Keterangan Foto : Lurah Kelurahan Lere, Marzuki, SE, M.Si

PALU, SULTENGNEWS.com – Masyarakat Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Selasa (23/1/2018) mengkritik kepemimpinan Lurah Lere Marzuki, SE.M.Si, dengan melakukan aksi damai di depan kantor kelurahan.

Dari pantuan sultengnews.com di lokasi demonstrasi, terlihat puluhan massa aksi mendatangi kantor Kelurahan Lere demi menyuarakan aspirasi masyarakat. Puluhan personil polisi dari Polsek Palu Barat, dikerahkan untuk mengamankan masa demonstrasi agar tetap berjalan tertib. Aksi ini dipicu karena Lurah Lere saat ini, dinilai tidak tanggap dalam merespon kegiatan sosial masyarakat.

Koordinator unjuk rasa, Joval Nurdin

Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi itu, Joval Nurdin meminta kepada Walikota Palu agar segera mencopot jabatan Lurah Lere saat ini dan mengangkat Bapak Zaman,S.Ip yang pernah menjabat sebagai lurah sebelumnya yang juga merupakan warga asli Kelurahan Lere.

Selain itu, Joval menegaskan bahwa Lurah Lere saat ini, merupakan pemimpin yang tidak pernah meluangkan waktunya kepada masyarakat  serta kurang merespon kegiatan sosial masyarakat.

“Lurah kurang tanggap dalam merespon kegiatan masyarakat, seperti kami mau buat lomba dalam menyemarakkan HUT RI  dan tidak pernah diapresiasi, lurah juga kurang berbaur dengan masyarakat. Bagaimana bisa kampung Lere ini dapat bersaing sejajar dengan kelurahan lain,”tegasnya.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Lurah Lere, Marzuki mengatakan bahwa tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menurunkan jabatan Lurah.

Karena menurutnya Jabatan Lurah merupakan jabatan struktural  pemerintah Kota Palu dan bukan merupakan jabatan politik, seperti Kepala Desa. Sehingga yang mempunyai hak untuk mengganti dan mengangkat Lurah adalah hak prerogatif Walikota Palu.

Menanggapi protes masyarakat mengenai kurang responnya Lurah Lere terhadap kegiatan kepemudaan. Marzuki membantah tudingan tersebut. Menurutnya, organisasi kepemudaan yang berada di Kelurahan Lere kurang berkoordinasi baik dengan pihak kelurahan untuk mendukung minat pemuda dalam membuat kegiatan-kegiatan positif.

Selain itu, letak wilayah adminstrasi Kelurahan Lere sangat luas dan mempunyai penduduk terpadat di Kota Palu, sehingga perlu menyeimbangkan jalinan komunikasi di setiap lini masyarakat.

“Saya sebagai lurah, seharusnya mereka yang mencari saya. Seandainya mereka datang untuk membicarakan kegiatan, saya selaku lurah pasti mendukungnya. Kemudian kritik yang diberikan kepada saya, mengenai lurah kurang disiplin, tapi administrasi dan tugas-tugas kerja dan kehadiran dikantor saya penuhi dengan profesional,” jawabnnya. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *