Warga Ambesia Gunakan Masjid Darurat Berdindingkan Atap Kelapa Untuk Beribadah

oleh -
Masyarakat Dusun 4 Ogo Sopi saat akan melaksanakan sholat Jumat berjamaah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Salah satu masjid darurat yang terletak di Dusun Ogo Sopi, Desa Ambesia Induk, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) masih berdindingkan atap kelapa dan bertapkan tenda.

Masjid darurat ini sudah dua pekan lamanya di bangun secara gotong royong oleh masyarakat di Dusun Ogo Sopi yang memiliki 80 Kepala Keluarga (KK), karena jarak yang cukup jauh ke masjid yang berada di jalan Trans Sulawesi sehingga masyarakat setempat membangun masjid darurat tersebut.

Bangunan masjid darurat di Dusun Ogo Sopi, Desa Ambesia Induk, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Adanya dorongan dari Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya, membuat masyarakat di Dusun Ogo Sopi kini dapat melaksanakan sholat berjamaah di masjid darurat ini.

Sekretaris Desa (Sekdes), Fajri mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Ambesia Induk bersama masyarakat membangun masjid darurat atas anjuran dari Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya memberikan kesempatan untuk membuat masjid darurat di Dusun Ogo Sopi.

“Pembangunannya sudah sekitar 2 Minggu kemarin. Alhamdulillah pada hari ini kita sempat laksanakan sholat Jumat, itulah harapan masyarakat Dusun 4 Ogo Sopi ini,”ujar Fajri saat ditemui sultengnews di masjid darurat Dusun 4 Ogo Sopi, Desa Ambesia Induk, Kecamatan Tomini, Jumat (02/04/2021).

Pemerintah Desa Ambesia juga kata dia, sudah berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan di Dusun 4 Ogo Sopi ini. Untuk dilaksanakan dzikir dan pengajian secara rutin di masjid darurat ini.

“Harapannya Lembaga Rumah Zakat Desa Berdaya bisa menindak pembangunan secepatnya, karena harapan masyarakat Dusun 4 Ogo Sopi ini mengidamkan pembangunan masjid agar segera tercapai,”ucapnya.

Sementara itu, Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya, Ramli mengungkapkan, sekaitan rencana pembangunan masjid di Dusun Ogo Sopi, Desa Ambesia, Rumah Zakat Desa Berdaya memiliki tugas utama yakni pembinaan muallaf dan kedua membantu masyarakat untuk pembangunan masjid di daerah pedalaman atau daerah terpencil.

“Di daerah terpencil disitu ada masyarakat dan tidak menutup kemungkinan ada pula para muallaf sama halnya seperti di Dusun Ogo Sopi,”terangnya.

Ramli menyebut, pembangunan masjid selalu dimulai dari hal dasar yaitu seberapa penting atau butuhnya masyarakat terhadap masjid bahkan seberapa rindu mereka terhadap rumah ibadah ditempat mereka.

Sebagai Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya dirinya melakukan itu dengan satu program yang sistemnya memberikan rangsangan kepada masyarakat melalui bangunan masjid darurat. Akan tetapi, kata dia, bangunan darurat tidak hanya sesaat saja atau hanay di ambil datanya, bangunan sesaat merupakan sebuah embrio yang akan berkelanjutan.

“Saya selaku Relawan Inspirasi Rumah Zaka Desa Berdaya, mengusulkan kepada lembaga Rumah Zakat Pusat dan menyampaikan di Dusun Ogo Sopi Sangat butuh. Namun, dia tidak dapat menjanjikan akan adanya pembangunan masjid secepatnya, tapi dia berkewajiban untuk mengusulkan hal tersebut,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *