Warek III IAIN Palu Bantah Rektor Abaikan Keputusan Dirjen Terkait Pelantikan Senat Mahasiswa

oleh -
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. Mohamad Idhan, S.Ag.,M.Ag saat ditemui di ruang kerjanya, di Rektorat IAIN Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Wakil Rektor III (Warek III) Bidang Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Dr. Mohamad Idhan, S.Ag.,M.Ag membantah tudingan yang ditujukan kepada Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. Sagaf S. Petalongi, S.Pd., M.Pd abaikan keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Nomor 4961 Tahun 2016 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan pada perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Tidak benar Rektor melangkahi aturan Dirjen Pendidikan Agama, karena mereka (peserta) bersepakat dalam kongres itu, kita kan menghargai juga, kan hasil kongresnya mereka,”ujar Mohamad Idhan saat ditemui sultengnews.com di Rektorat IAIN Palu, Jumat (05/03/2021).

Menurut Idhan, pihak kampus memberikan kebebasan terhadap peserta untuk berkongres dan peserta sudah bersepakat, tentu dengan segala perdebatan. Birokrasi kampus tidak bisa mengintervensi keputusan dalam kongres tersebut.

Kata dia, pihak birokrasi kampus hanya memberikan arahan bahwa ada aturan-aturan yang harus menjadi pedoman dalam kongres.

Idhan juga menyayangkan pernyataan dari Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Palu, Yusril Maulana setelah kongres berlangsung sejak lama dan keputusan telah dihasilkan dalam kongres baru mengeluarkan pernyataan. Sehingga, Idhan mempertanyakan motif dari Yusril tersebut.

“Yang saya tidak ini (sayangkan), kenapa nanti sekarang dia muncul si Yusril, apa motifnya, mau apa dia,”ucap Idhan.

Idhan menyatakan, semua peserta kongres telah menerima keputusan dalam kongres, karena hasil kongres dijalankan secara bersama.

Idhan pun menjelaskan, salah satu syarat yang tidak dipenuhi dugaan perubahan standar minimal IPK 3.25, menurutnya syarat bukan itu saja, karena syarat itu banyak. Semua syarat terpenuhi dan di dalam aturan Dirjen itu bahwa Ketua Dema disebutkan berdasarkan hasil musyawarah mufakat.

“Perubahan IPK standar nilai menjadi dibawah 3.25 itu kan mereka (peserta) yang sepakati dalam kongres. Kalau kami lagi intervensi, nanti dibilang kenapa kampus intervensi, itu persoalan juga,”jelasnya.

“Itu kesepakatan mereka, kami tidak bisa terlalu campuri kesitu, nanti akan ada anggapan kami terlalu masuk di urusan kongres,”lanjut Idhan.

Bahkan kata Idhan, sampai saat ini dari pihak yang merasa kalah dalam pertarungan kongres perbuatan Ketua Senat IAIN Palu tidak mempersoalkan hal ini, apalagi melakukan gugatan. Sehingga Idhan mengungkapkan hanya salah satu pihak saja yang tidak menerima hasil tersebut.

“Hasilnya kan sudah diterima dan tidak ada lagi gugatan-gugatan, misalnya yang kalah memenuhi syarat kemudian dia melakukan penggugatan, ini tidak ada,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *