Walikota Silaturahmi Dengan Masyarakat Liku Kelurahan Lambara

oleh -

Walikota Palu, Drs. Hidayat, M.Si saat bersilaturahmi dengan masyarakat Liku, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli belum lama ini. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Walikota Palu, Drs. Hidayat, M.Si menghadiri kegiatan silaturahmi bersama masyarakat Liku, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli belum lama ini.




Turut hadir dalam kesempatan tersebut beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Palu seperti Kepala BAPPEDA Kota Palu, Kadis PU Kota Palu, Kepala BAPENDA Kota Palu, Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu, serta Camat Tawaeli dan Lurah Lambara.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota menyatakan bahwa dirinya ingin membangun kawasan agrowisata yang ditanami berbagai macam buah – buahan di bagian Utara Kota Palu termasuk Kecamatan Palu Utara dan kecamatan Tawaeli.

“Tidak mungkin Pemerintah sendiri yang bekerja. Olehnya, InsyaAllah beberapa hari kedepan kita sudah buat SK tim pelaksana percepatan kawasan agrowisata,” katanya.

Tim itulah kata Walikota yang akan melakukan inventarisasi untuk mendata tanah – tanah masyarakat disertai bukti kepemilikan tanah yang bisa dikelola untuk pengembangan kawasan agrowisata tersebut.

“Insya Allah kalau ini terdata, ada program PTSL masuknya pengembangan agrowisata. Nantinya Pemerintah Kota Palu akan menyediakan bibit, alat dan sebagainya. Sementara hasilnya untuk masyarakat yang memiliki tanah,” ungkapnya.




Walikota mengatakan selain tim pelaksana percepatan agrowisata yang dibentuk, nanti akan dibentuk juga tim teknis yang melibatkan 3 (tiga) dinas yakni Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan kota Palu, Dinas PU kota Palu, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Palu.

Walikota menjelaskan, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan tugasnya melakukan survei dan memetakan tanah yang masuk pengembangan agrowisata. Dinas PU, katanya akan memantau sumber air dan mengalirkan air tersebut ke lahan yang dijadikan kawasan pengembangan agrowisata.

“Sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menyiapkan bibit dan juga akan meneliti buah apa yang cocok ditanam di daerah tersebut,” lanjutnya.

Walikota menyatakan, kawasan agrowisata ini bukan hanya kepentingan wisata saja, tapi ada yang lebih besar terkait pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Kalimantan Timur tahun 2024 mendatang.




“Kita khawatir, jangan sampai kita hanya jadi penonton daerah-daerah yang akan memasok buah-buahan ke Ibu kota. Kita sudah sepakat sekitar Rp. 40 – 50 Miliar yang dianggarkan untuk pengembangan agrowisata tersebut,” katanya.

Wali kota berharap tim pelaksana percepatan kawasan agrowisata, paling lambat bulan April 2020 mendatang sudah ada laporan ke dinas-dinas terkait, sehingga tahun 2021 kawasan tersebut sudah terealisasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *