Walikota Resmikan Asrama Baru Panti Asuhan Wali Songo dan Karya Toyyibah

oleh -

Walikota Palu, Hidayat, M.Si saat melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya asrama baru panti asuhan Wali Songo Palu, Sabtu (8/2/2020). FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Walikota Palu Hidayat meresmikan Asrama Panti Asuhan Wali Songo dan Karya Toyyibah yang merupakan bantuan dari Yayasan Orang Tua Group Peduli.




Dalam sambutannya, Hidayat mengaku sangat bangga dan bahagia karena ada yayasan yang telah memberikan bantuan dengan membangun asrama Wali Songo yang hancur akibat bencana alam yang terjadi 2018 silam.

“Saya berterima kasih banyak kepada Yayasan Orang Tua Group Peduli, sebab berkat bantuan mereka para santri panti asuhan wali songo mempunyai tempat tinggal yang layak,” tuturnya.

Walikota Palu, Hidayat saat menandatangani prasasti peresmian asrama baru panti asuhan Wali Songo Palu. FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SULTENGNEWS.COM

Seperti diketahui, Pembangunan Asrama Panti Asuhan Wali Songo juga Panti Asuhan Karya Toyyibah merupakan bantuan dari Yayasan Orang Tua Group Peduli yang dikerjakan oleh PT Bangun Bersama Indonesia Gemilang.

Walikota berharap, dengan adanya bantuan berupa pembangunan asrama untuk para santri tersebut, dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk membangun generasi yang cerdas, yang pastinya bukan hanya cerdas dalam intelektual, tetapi juga cerdas dalam spiritual dan emosional.

“Yah saya sangat berharap dengan adanya asrama baru ini, minat para santri untuk belajar bertambah, agar terciptanya generasi – generasi yang cerdas dalam intelektual, cerdas spiritual juga cerdas secara emosionalnya,” katanya.

Menurut Walikota, banyak nilai-nilai yang harus ditumbukan kepada para santri, sperti nilai toleransi, nilai kekeluargaan dan juga nilai kegotongroyongan.

Walikota Palu, Hidayat mencoba tempat tidur baru di asrama panti asuhan Wali Songo. FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SULTENGNEWS.COM

“Kita harus tumbuhkan banyak nilai-nilai kehidupan kepada para santri ini, pertama nilai toleransi dalam beragama agar selalu rukun antar agama dan saling menghargai satu sama lain, kemudian nilai kekeluargaan juga nilai kegotongroyongan,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah mampu menambahkan jam pelajaran pada pendidikan agama ditingkat Sekolah Dasar (SD) se – Kota Palu.




“Alhamdulillah, Pemkot Palu telah mampu menambahkan jam pelajaran di sekolah -sekolah dasar untuk semua agama yang ada, kemudian pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kita tambah jam pelajaran untuk perbaikan tajwidnya, lagunya, kaligrafinya, dan penghafalan Alquran” tandasnya. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *