Wali Kota Palu: Buang Sampah Sembarangan di Palu, Siap-Siap Kena Denda

oleh -
Perwali Kota Palu No. 37 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Mulai 1 Agustus 2022, Pemerintah Kota Palu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu dan Satgas Adipura akan menindak warga yang melanggar Perwali Kota Palu No. 37 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyd, mengatakan sesuai dengan Perwali No. 37 Tahun 2017 dalam pasal 9, termuat beberapa item yang menjadi kewajiban masyarakat kota Palu, diantaranya bagi masyarakat yaitu harus membersihkan tempat tinggal, halaman sampai drainase. Pembersihan, pemagaran dan pengecatan halaman (jalan protokol) dan wajib membersihkan material sisa pekerjaan (pasir, batu dan kerikil).

Sementara untuk pelaku usaha, sebut Hadianto Rasyd, kewajibannya ialah membersihkan halaman sampai drainase di tempat usahanya. Menyediakan tong sampah tertutup di depan tempat usahanya, menanam minimal satu pohon pelindung di halaman tempat usaha. Wajib membersihkan material sisa pekerjaan (pasir, batu dan kerikil). Lalu bagi kendaraan bak terbuka wajib menyediakan terpal penutup muatannya.

“Per 1Agustus 2022, Satpol-PP dan Satgas Adipura akan menindak warga yang melanggar Perwali No. 37 Tahun 2017,” ungkap Hadianto Rasyd kepada SultengNews.com, Senin (1/8/2022).

“Buang sampah sembarangan di Palu, siap-siap kena denda. Denda 1 Juta rupiah dan dipublikasikan di media sosial,” sambung Wali Kota.

Olehnya itu, Hadianto Rasyd menghimbau, dalam pasal 12 setiap orang dilarang, diantaranya membuang sampah tidak pada tempat yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Membuang, menumpuk, menyimpan pangkasan/tebangan pohon, bongkaran bangunan, bahan material bangunan, bangkai hewan, kotoran manusia dan lain sebagainya di Damija, ruang terbuka hijau, sungai, pantai, saluran air, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan tempat lainnya yang sejenis.

Dilarang membuang sampah dari atas kendaraan di sembarang tempat. Lalu, dilarang membuang sampah ke TPS dengan menggunakan kendaraan bermotor yang volumenya lebih dari satu meter per kubik.

Kemudian, dilarang membakar sampah di Damija, ruang terbuka hijau, TPS atau tempat penampungan sampah lainnya. Membuang sampah pada TPS tidak pada jadwal yang telah ditentukan.

Membiarkan sampah dalam bentuk apapun pada halaman, drainase dan bahu jalan dilingkungan rumah dan atau tempat usahanya.

“Dilarang mencuci kendaraan di jalanan atau ditempat lain yang mengakibatkan tergenangnya air di Damija, kecuali tempat yang ditentukan. Serta dilarang membangun TPS tanpa koordinasi dengan instansi OPD teknis,” himbaunya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.