Waktu Libur, Staf BPBD Palu Tetap Masuk Urus Pencairan Dana Stimulan

oleh -
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi saat masuk kerja di hari libur. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Akhir pekan merupakan momen berkumpul dan berlibur bersama keluarga, namun tidak bagi staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, karena harus tetap masuk kerja urus pencairan dana stimulan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi mengatakan, masuk diwaktu libur sudah menjadi hal biasa bagi staf BPBD Kota Palu, karena banyaknya data penerima stimulan yang harus segera diselesaikan.

“Biasanya Sabtu dan Minggu di waktu libur, kami tetap pakai untuk kerja. Jam kerja saya tambah dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Jam 5 sore sampai jam 12 malam itu proses penginputan dan pembukaan SK untuk penyaluran dan pembukaan rekening bagi warga,” ujar Muhammad Issa Sanusi kepada sultengnews.com pada Sabtu, (13/6/2020).

Dia menjelaskan, pada pelaksanaan penyaluran dana stimulan tahap II ini, pihaknya melaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dengan panduan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Menurutnya, dalam proses administrasi warga, ada 14 berkas yang harus ditandatangani oleh warga sendiri yang notabene sudah masuk di dalam data 38.805 sebagai penerima stimulan tahap II.

“Proses penginputan, kami berikan tanggung jawab satu operator kecamatan itu 400 KK. Dalam proses percepatan 400 KK ini, saya bagi dua kali dalam satu Minggu. Sehingga dalam satu Minggu saya membuka dua SK pembukaan rekening dan pencairan dana,” ucapnya.

Dalam satu pekan tersebut tambahnya, BPBD Kota Palu bisa mendapatkan data warga sebanyak 2.000 – 2.500 KK dengan dua kali SK pembukaan rekening dan pencairan dana.

Issa menuturkan, setelah proses itu selesai semuanya, pihaknya akan melakukan verifikasi sebelum diserahkan ke Badan Keuangan Daerah Kota Palu.

“Setelah selesai semuanya, baru kita lakukan pembukaan SK surat untuk ditandatangani oleh pimpinan BPBD untuk permohonan surat pencairan ke Wali kota Palu. Setelah itu, Walikota membuat surat keputusan untuk pencairan dari Bagian Hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Issa mengatakan setelah semua proses itu dilaksanakan, pihak Badan Keuangan Daerah menunggu buku rekening dari Bank Sulteng sebagai tempat dana stimulan.

“Dari sana kita sudah dapatkan buku rekening dan dari BPBD akan mengantarkan SP2D-nya dalam waktu satu hari. SP2D ini dibuat oleh keuangan daerah dengan jumlah bisa sampai 400 – 500 KK dalam sehari,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Issa proses penyaluran dana stimulan ini betul-betul ada mekanisme yang dilalui sesuai petunjuk teknis yang ada, sehingga membutuhkan waktu.

“Proses ini betul-betul ada mekanisme sesuai petunjuk teknis yang mengatur kami. Bukan hanya sekedar menyalurkan,” terangnya.

Issa juga menambahkan, sampai dengan saat ini realisasi pelaksanaan dana stimulan tahap II telah mencapai 55,75 persen atau sebanyak Rp306 miliar lebih dari total Rp789 miliar lebih.

Dari sekian persen tersebut, ada sebanyak 19.235 unit rumah rusak yang telah cair dananya dengan rincian 12.666 unit rusak ringan, 5.964 rusak sedang, dan 605 unit rusak berat.

Issa menyatakan pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan penyaluran dana stimulan tahap II tersebut. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *