Wakil Ketua DPRD Sarankan Realokasi Anggaran APBD Sulteng

oleh -
Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Sulteng, Drs. Longki Djanggola, M.Si telah menyampaikan satu pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit (RS) undata positif corona, pada Kamis (26/3/2020).

Dengan penyampaian gubernur itu, kini Sulteng masuk salah satu daerah baru penyebaran virus corona atau Covid 19 di Indonesia.

Menanggapi adanya pasien positif corona di daerah ini, Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharram Nurdin mengusulkan adanya realokasi anggaran untuk penanganan covid 19, sebab dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 ini, tidak ada anggaran untuk penanganan Covid 19 ini.

“Untuk menghadapi Covid 19, saya menyarankan untuk melakukan realokasi anggaran mengingat dalam APBD 2020 tidak tersedia rekening anggaran khusus untuk Covid 19,” ujar Muharram Nurdin melalui pesan WhatApp pada Jumat, (27/3/2020).

Menurutnya, realokasi anggaran tersebut tentu saja harus memperhatikan azas prioritas dan kegunaan untuk kesejahteraan rakyat. Ada beberapa kegiatan yang bisa ditunda dan ada kegiatan yang bisa dikurangi anggarannya.

Kegiatan Pilkada misalnya, bisa dikurangi dari alokasi pembiayaan alat peraga kampanye dan beberapa kegiatan sosialisasi. Itu antara lain, sebagai contoh. Anggaran perjalanan dinas juga dikurangi dan pembangunan gedung yang tidak terlalu mendesak juga ditiakan dulu.

“Kita harus bersama – sama melawan penyebaran virus vorona ini, dengan menyediakan dukungan anggaran agar penanganannya masksimal dan virus ini tidak menyebar luas di Sulteng,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua Fraksi NasDem, Ibrahim A. Hafid juga mengusulkan hal yang sama yakni adanya realokasi anggaran untuk penanganan covid 19 di Sulteng.

Dia bahkan meminta agar hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota agar penanganan covid 19 benar – benar maksimal, karena ada dukungan anggarannya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *