Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Tanah Air

oleh -
Presiden Jokowi. FOTO : IST

JAKARTA, SULTENGNEWS.COM – Akhirnya Vaksin Covid-19 tiba ditanah air via Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten. Kedatangan Vaksin pertama yang dipesan oleh pemerintah dari China mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Ahad (6/12) 21.23 WIB. Vaksin tersebut dibawa oleh Garuda Indonesia GIA810 777-300ER dari Beijing.

Vaksin Sinovac ini merupakan satu dari enam vaksin yang memang sudah dipesan oleh Pemerintah. Pemerintah pun sudah melakukan uji coba vaksin ini pada beberapa relawan.
Enam jenis tersebut produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and Biontech serta Sinovac Biotech Ltd.

Berdasarkan surat dengan nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 pada 3 Desember 2020, tentang penetapan jenis vaksin untuk vaksinasi Covid-19, menetapkan beberapa jenis vaksin yang akan digunakan sebagai vaksinasi.

Sebagai produk biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur udara, vaksin harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius. Meskipun merupakan vaksin jenis baru, Indonesia sudah siap untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan standar yang ada.

Hal ini diungkapkan dokter Dirga Sakti Rambe, vaksinolog dalam Dialog Produktif bertema ‘Setelah Vaksin Datang, Apa Yang Perlu Disiapkan?’. Dialog ini diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Media Center KPCPEN, Senin (30/11/2020).

Suhu penyimpanan vaksin harus dijaga dengan baik sejak di pabrik sampai di Puskesmas sebelum disuntikkan.

“Ini disebut sebagai cold chain atau rantai dingin. Indonesia punya pengalaman panjang terkait imunisasi. Saat ini cold chain sudah baik sampai ke pelosok Indonesia. Perlengkapan yang tersedia sudah memenuhi standar,” jelasnya.

Indonesia juga sudah berpengalaman melakukan distribusi vaksin sampai ke pelosok-pelosok. Tenaga kesehatan juga sudah disiapkan pemerintah untuk membantu proses vaksinasi ini.

“Sistemnya sudah berjalan baik walaupun ada tantangan ke daerah terpencil tapi tenaga kesehatan sudah siap. Indonesia juga punya PT Bio Farma yang berpengalaman mengekspor vaksin ke 106 negara. Proses distribusi dan menjaga cold chain ini menjadi tanggung jawab bersama,” lanjutnya.

Terkait program vaksinasi COVID-19, pemerintah telah menyiapkan 400 ribu lebih dokter umum, spesialis, perawat, serta bidan yang semuanya akan bergotong royong untuk memastikan vaksinasi akan berjalan dengan baik. Pemerintah juga telah melatih 23 ribu lebih vaksinator. Para vaksinator ini telah dilengkapi keterampilan khusus untuk melakukan vaksinasi.

Presiden Jokowi melalui rilis yang disampaikan oleh sekretariat presiden biro pers media dan informasi mengatakan, pemerintah mengupayakan 1,8 juta dosis Vaksin yang akan dibagi awal januari 2021.

“Kita Bersyukur Alhamdulillah, Vaksin sudah tersedia. Artinya kita bisa segera mencegah meluasnya wabah covid-19, tapi untuk memulai vaksinasi kita masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) dan jangan Lupa 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ucap Presiden Jokowi.

Senada dengan presiden, menteri koordinator bidang perekonomian, airlangga Hartarto mengatakan, walaupun vaksin sudah datang dan berada di Indonesia namun pelaksanaan vaksinasi masih harus melewati tahapan evaluasi dari BPOM untuk memastikan aspek mutu, keamanan dan efektivitasnya selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya.

Olehnya, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah tetap memperhatikan protokol kesehatan, sembari menunggu pendistribusian vaksin yang saat ini diprioritaskan untuk para Tenaga Kesehatan, Petugas pelayanan, dan masyarakat berkebutuhan khusus.

Mohamad Rivani (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *