Update Korban Gempa di Mamuju dan Majene, 81 Orang Meninggal Dunia

oleh -
Suasana rapat koordinasi tim gabungan lintas sektor di tenda halaman belakang kantor Gubernur Sulbar. FOTO : MAHFUL/SN

MAMUJU, SULTENGNEWS.COM – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan kekuatan magnitudo 6,2 SR hingga tiga hari ini, data terupdate sudah 81 orang yang meninggal dunia, Minggu (17/01/2021).

Hal itu berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan data dari Badan Sar Nasional (Basarnas) yang dipaparkan pada rapat koordinasi di tenda induk belakang Kantor Gubernur Sulbar malam tadi sekira pukul 21.00 Wita, Minggu (17/01/2021).

Adapun rinciannya yakni sebanyak 70 orang di Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene, sehingga keseluruhannya 81 orang yang meninggal dunia.

Sementara yang selamat dalam upaya evakuasi ada 18 orang dari Kabupaten Mamuju dan Majene.

Sebelumnya, pada sore sekira pukul 16.00 Wita. Asisten Operasi Basarnas SNS untuk bantuan Basarnas Kabupaten Mamuju, Didi Hamzar mengatakan, jumlah korban meninggal baru 73 orang hasil evakuasi Tim SAR Gabungan yang mendapatkan korban dalam keadaan meninggal dunia. Kata dia, 73 orang merupakan data dari Kabupaten Mamuju sebanyak 64 orang dan 9 orang di Kabupaten Majene, sehingga keseluruhannya terdapat 73 orang dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah kita melakukan harmonisasi Tim SAR Gabungan sebanyak 64 orang di evakuasi dalam keadaan meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 9 orang meninggal dunia di Kabupaten Majene keseluruhannya 73 orang yang berhasil di evakuasi dalam kondisi meninggal dunia,”ujar.

Asisten Operasi Basarnas SNS untuk bantuan Basarnas Kabupaten Mamuju, Didi Hamzar saat ditemui di posko Basarnas belakang Kantor Gubernur Sulbar. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Didi Hamzar mengungkapkan, data korban akan terus dikembangkan sesuai dengan proses evakuasi dilapangan, karena pihaknya juga bekerjasama dengan TNI dan Polri beserta beberapa intansi lainnya.

“Data ini masih akan terus kita harmonisasikan karena yang membantu ini banyak dan tersebar di berbagai tempat, jadi itu data sementara,”ungkapnya.

Sebelumnya, menurut Didi Hamzar, data korban yang awalnya 50 orang berkembang berdasarkan kordinasi pihaknya dengan Tim SAR Gabungan seperti TNI dan Polri.

“Dari yang kemarin 50 orang, setelah kami duduk dengan pihak kepolisian, TNI, dan Rumah Sakit, dari jumlah 50 orang, data sekarang menjadi 73 orang,”tuturnya.

Didi Hamzar juga menambahkan, untuk Pulau Karampoang atau Desa Karampoang yang berada di seberang, dirinya mengaku belum mendapatkan informasi bahwa ada warga yang kehilangan keluarganya.

“Untuk di pulau Karampoang kami belum mendapatkan informasi bahwa ada warga yang kehilangan keluarganya,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *