Upah Minim, 32 Peserta Pelipatan Surat Suara Pilbub Tolitoli Tak Hadir

oleh -
Proses pelipatan surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Tolitoli yang berlangsung di gedung labomboki, Kecamatan Baolan, Tolitoli, Rabu (25/11/2020). FOTO : RAMLAN/SN

TOLITOLI, SULTENG NEWS – Dari 299 pendaftar yang diakomodir untuk melakukan pelipatan surat suara, yang hadir hanya 267 orang. Sementara 32 orang diantaranya tak hadir dengan alasan upah yang diberikan KPU Tolitoli minim.

Harga pelipatan surat suara pemilihan bupati (Pilbub) hanya 120 rupiah per lembar. Sedangkan surat suara pemilihan gubernur (Pilgub) 115 rupiah per lembar yang diberikan KPU Tolitoli.

“Kami pikir upahnya per lembar lumayan, tetapi ternyata kecil tidak sesui harapan, makanya kami tidak hadir,” ungkap salah seorang yang ikut mendaftat, namun enggan menyebutkan namanya.

Kasubag hukum yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di KPU Tolitoli, Ovelio Layuk yang dihubungi terkait minimnya upah pelipatan surat suara itu menjelaskan, penentuan buget yang ditentukan dalam satuan setiap lembarnya surat suara yang dilipat tersebut adalah hasil konsolidasi anatara KPU Provinsi dengan semua KPU daerah yang melaksanakan Pilkada serentak di Sulteng.

“Memang cuma begitu nilainya pak, hasil konsolidasi kita dengan pihak KPU Sulteng, jadi semuanya sama dengan di daerah lain yang melaksanakan Pilkada,” jelas Ovelio, Rabu (25/11/2020).

Sementara ketua KPU Kabupaten Tolitoli Suleman Pajalani menjelaskan, ratusan tenaga yang melakukan pelipatan surat suara di KPU umumnya dari kalangan masyarakat yang sebelumnya telah diseleksi bukan merupakan kader partai apalagi tim Paslon bupati dan wakil bupati yang bertarung dalam Pilkada serentak di Tolitoli.

“Jumlah surat suara yang dilipat semuanya ada sekitar 154.013 lembar termasuk 2,5 persen dari jumlah 504 TPS dan 150.009 DPT,” katanya.

Surat suara yang dilipat diantaranya 79 dus untuk Pilbub dan 78 untuk Pilgub yang masing-masing isinya 2.000 lembar surat suara.

“Ada juga 2.000 lembar surat suara yang dipersiapkan jika sewaktu-waktu terjadi Pemungutan Suara Ulang, tetapi surat suara itu tidak dilakukan pelipatan, sedangkan untuk Pilgub masih ditampung di KPU Provinsi,” jelas ketua KPU itu.

Dia mengatakan, nilai pelipatan surat suara yang dipatok KPU untuk Pilbub sekira 120 rupiah per lembar, sedangkan surat suara Pilgub hanya 115 rupiah per lebar. Upah per lembar pelipatan surat suara tersebut telah ditetapkan bedasarkan hasil konsolidasi di KPU Provinsi Sulteng.

Diketahui hingga kini, KPU belum memberikan konfirmasi secara detil surat suara rusak pasca dilakukan pelipatan, demikian halnya soa kurangnya surat suara yang dipasok dari pihak pengada diterima KPU Tolitoli. LAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *