Untuk Pertama Kalinya, Tolitoli Dapatkan Predikat WTP Dari BPK

oleh -
Bupati Tolitoli saat mengikuti proses pengumuman predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sulteng melalui teleconftens. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM -Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Tolitoli, Pemerintah Kabupaten mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2019.

WTP dari BPK RI perwakilan Sulteng itu diraih, setelah kurang lebih tujuh tahun lamanya Pemkab Tolitoli menyajikan laporan yang baik pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun lalu.

“Karena upaya kinerja keuangan terus ditingkatkan, akhirnya yang ditunggu-tunggu tercapai juga WTP untuk Tolitoli,” kata Kepala BKD Kabupaten Tolitoli, Asrul Bantilan S.sos MSi kepada wartawan, Rabu (10/5/2020).

Menurut Asrul, beberapa tahun sebelumnya Kabupaten Tolitoli meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), disebabkan pencatatan aset yang masih dinilai kurang baik.

“Selama ini yang membuat Tolitoli selalu WDP, karena masalah aset saja. Kalau soal laporan keuangan BPK nilai baik,” pungkasnya.

Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan, mengungkapkan perberian predikat WTP merupakan upaya sungguh-sungguh yang dilakukan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelolah keuangan daerah di Kabupaten Tolitoli.

“Saya sangat bersyukur diakhir periode ini Tolitoli dapat meraih WTP dan prestasi yang didapat merupakan kerja keras seluruh OPD yang ada,” katanya.

Setelah beberapa tahun ini, Pemkab Tolitoli membangun koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama OPD alhasil WTP BPK berhasil diraih. Olehnya itu, ia mengingatkan kepada jajarannya bahwa kesuksesan yang didapatkan sebagai WTP itu harus dipertahankan untuk tahun-tahun mendatang.

“Jangan cepat puas dengan predikat WTP, kesuksesan ini harus menjadi pembakar semangat agar tahun depan bisa diraih lagi,” pintanya.

Ia mengakui jika selama ini Kabupaten Tolitoli selalu gagal meraih WTP dari BPK dikarenakan permasalahan pengelolaan aset.

“WTP ini harus dipertahankan pada tahun berikutnya, kita harus malu dengan daerah lain yang mampu mempertahankan WTP BPK,” pesannya. LAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *