Universitas Tadulako Keluarkan Kebijakan Menuju Tatanan Normal Baru

oleh -
Warek Bidang Umum Universitas Tadulako, Dr.Muhammad Nur Ali, M.Si. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Universitas Tadulako (Untad) telah mengeluarkan kebijakan menuju tatanan sosial baru, sebagai tindak lanjut dari pembahasan bersama pimpinan Universitas Tadulako dengan para Dekan dan Ketua Lembaga yang dipimpin langsung oleh rektor untad Prof.Dr.Ir.H.Mahfudz, MP pada 15 Juni 2020.

Dalam pemberlakuan Tatanan Normal Baru di Universitas Tadulako, sebagaimana yang diatur melalui Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tatanan Normal Baru.

“Terbit pula Surat Edaran Nomor 4347/UN28/SE/2020 yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Untad yang mengejawantahkan Peraturan Rektor Untad dengan merujuk pada beberapa ketentuan pemerintah pusat dalam masa pandemi Covid-19 saat ini,”papar Warek Biduk Universitas Tadulako, Dr.Muhammad Nur Ali, M.Si, kepada Sultengnews.com, Senin (22/06/2020).

Menurut Nur Ali, Kementerian Kesehatan, Mempan RB dan Kemendikbud sendiri yang menaungi Universitas Tadulako, agar kampus-kampus di Indonesia membuat regulasi untuk mengatur sistem kerja di kampus masing-masing.

“Seperti sistem dan tata kerja normal baru Universitas Tadulako secara garis besarnya mengatur tujuh bidang penataan,” terangnya.

Adapun ketujuh bidang penataan itu, Nur Ali menjelaskan yakni mulai dari akses masuk kampus, interaksi sosial, sistem kerja dan proses kerja, penilaian kerja, disiplin pegawai, monitoring dan evaluasi, serta tentang dukungan infrastruktur.

Pertama, akses masuk kampus dikendalikan oleh Tim Security bersama dengan Polisi Sahabat Kampus (Polsaka) untuk memperoleh jaminan bahwa siapapun yang masuk di area kampus tidak terindikasi tertular Covid-19. Karena itu, pintu gerbang secara teknis perlu dikendalikan oleh security.

Kedua, di dalam proses interaksi di area kampus wajib menggunakan masker, disediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan. Kemudian tidak dibolehkan membuat kerumunan, serta dihimbau berperilaku sehat.

Ketiga, sistem kerja mengatur jarak antar sesama staf dan antara staf dengan penerima layanan minimal 1,5 meter. Jumlah staf/personil yg bekerja di dalam ruangan yang diizinkan maksimal 50%. Akan diberlakukan sift hari kerja diatur jadi maksimal 3 hari dalam seminggu di kantor, selebihnya di rumah. Demikian juga yang berusia 45 tahun ke atas disarankan lebih banyak bekerja dari rumah.

Keempat, untuk menjamin kinerja semua staf, penilaian kerja tetap harus dilakukan. Ini akan dikawal oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP).

Kelima, disiplin pegawai juga tetap dijalankan untuk memastikan semua staf/personil melaksanakan tugasnya dengan benar.

Keenam, di dalam tata kerja yang belum lazim ini tentu ada fase adaptasi menuju tatanan normal baru. Karena itu monitoring dan evaluasi juga dilakukan oleh setiap unit/satuan kerja yang dikawal oleh LPPMP dibawah pimpinan Dr.Ir.Golar, M.Si.

Ketujuh, Universitas Tadulako berupaya untuk menyediakan dukungan infrastruktur seperti penataan ruang kerja, menyediakan lingkungan yang tidak rentan, fasilitas komunikasi dan informasi untuk mengoptimalkan kerja daring serta meminimalkan luring.

“Ketujuh bidang penataan tersebut bertujuan untuk menjamin bahwa fungsi layanan institusi Universitas Tadulako harus tetap berjalan,”jelasnya.

“Hal itu juga sebagai upaya bahwa baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun pihak lain yang berkepentingan dengan berbagai layanan di Universitas Tadulako terhindar dari penularan Covid-19,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *