UN SD Dihapuskan, UN SMP Masih Berlaku Tahun Ini

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ujian Nasional (UN) yang pada umumnya menjadi syarat kelulusan siswa dari sekolah, kini telah dihapuskan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan diganti dengan Ujian Sekolah (US). Namun untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), UN masih diberlakukan di tahun ini.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi saat ditemui sultengnews.com di ruang kerjanya, Senin (02/03/2020).




“Untuk Pelajar SD, UN sudah tidak berlaku di tahun ini dan digantikan dengan US. Namun ditingkat pelajar SMP, UN tahun ajaran ini merupakan yang terakhir, karena pada tahun ajaran yang akan datang, UN sudah tidak berlaku lagi baik ujian nasional yang berbasis kertas dan pensil maupun ujian Nasional yang berbasis Komputer (UNBK). Ini merupakan peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” jelas Kadisdikbud Kota Palu.

Dia mengatakan, untuk tahun ajaran yang akan datang, baik SD maupun SMP sudah menggunakan asesmen yang akan dilakukan dipertengahan jenjang.




“Jadi kalau tingkat SD asesmennya dilakukan pada kelas empat, tingkat SMP asesmennya dilakukan kelas delapan,” tuturnya.

Menurut Ansyar Sutiadi, ada tiga asesmen yang diterapkan, asesmen literasi, numborik dan asesmen suswekarater.

“Tiga asesmen yang akan diberlakukan pada tahun ajaran yang akan datang, yaitu asesmen literasi, numborik dan suswekarater. Namun sampai saat ini, petunjuk teknisnya dari Kemendikbud belum ada. Jadi kita masih menunggu bagaimana implementasinya di lapangan,” jelasnya.

Dirinya mengaku sangat mendukung peraturan yang dibuat oleh Kemendikbud, sebab dengan adanya peraturan demikian, memberikan ruang otonomi yang luas kepada pihak sekolah untuk mengelola dan juga upaya merdeka dalam belajar.




“Saya secara pribadi sangat mendukung dengan peraturan yang dibuat oleh Kemendikbud sekarang, karena selain upaya merdeka dalam belajar juga memberikan otonomi yang luas kepada sekolah untuk bagaimana mengelola dan menciptakan guru – guru penggerak,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan adanya penerapan ujian sekolah ini, guru mampu mengembangkan bakat dan potensi anak didik menjadi prestasi, pengetahuan dan keterampilan. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *