UKPBJ Tolitoli Diduga Lakukan Praktek Culas Tender Sapi

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Unit Kerja Pelayanan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Tolitoli diduga melakukan praktek culas dalam memenangkan perusaan tertentu pada tender pengadaan sapi bali senilai Rp. 745.000 tahun 2021.

Pasalnya, CV Mandiri Perkasa Abadi, sebagai perusahaan yang diduga sengaja ingin dimenangkan oleh UKPBJ, meski menggunakan tenaga teknis palsu, alias mencatut nama bahkan diduga memalsukan tanda tangan salah seorang dokter, namun tidak dilakukan klarifikasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan tersebut.

Merasa dirugikan atas konspirasi pemenangan perusahaan tertentu, Adi Setiawan selaku direktur CV.Rizki Tolitama Sejahtera, sangat keberatan dan akhirnya menyiapkan proses sangga banding.

“Saya menawar dengan harga terendah dengan nilai 742.635.000 Rupiah, kemudian ULP menetapkan CV.Mandiri Perkasa Abadi sebagai pemenang dengan nilai penawaran 743.649.000 juta. Anehnya saya digugurkan dengan alasan tenaga teknis tidak memiliki pengalaman 5 tahun, sementara pemenang yang ditetapkan menggunakan tenaga teknis yang sama, dicatut dan dipalsukan pula tanda tangannya,” ungkap Adi Setiawan.

Adi mengatakan, semestinya saat klarifikasi, Pokja melakukan klarifikasi kepada tenaga teknis yang bersangkutan, untuk mengetahui perusahaan mana yang sebetulnya tempatnya bekerja, agar lebih jelas, namun Pokja sengaja melewati tahapan klarifikasi lapangan.

Bahkan atas pemalsuan tanda tangan dan pencatutan nama tenaga ahli yakni drh.Anang yang merasa keberatan, telah melaporkan hal tersebut ke Polda Sulteng dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi bernomor STTPL/117/VII/2021/SPKT/Polda Sulteng tertanggal 28 Juli 2021.

” Itu membuktikan bahwa dokter Anang memang bekerja pada perusahaan kami, ini semestinya diklarifikasi oleh Pokja, silakan nilai sendiri, apa niatan mereka tidak melakukan klarifikasi ?.sebab jika mereka melakukan klarifikasi pasti perusahaan yang mereka  menangkan akan gugur,” beber Adi.

Adi menjelaskan pihaknya telah memasukan materi sanggah sekaligus banding  atas evaluasi dan pengumuman pemenang pada paket pekerjaan pengadaan sapi bali tersebut, dengan menyatakan sangat berkeberatan atas hasil keputusan Pokja Tolitoli yang dinilai telah melakukan Kesalahan dalam melaksanakan evaluasi

dokumen dan tidak konsisten dengan aturan sebagaimana terlampir dalam dokumen lelang.

Ia menambahkan, dalam pelelangan tersebut diatas, Pokja memenangkan perusahaan Peserta lelang yaitu CV.Mandiri Perkasa Abada tidak sesuai prosedur dengan tidak melaksanakan tahapan sebagaimana yang diatur

dalam Dokumen Pemilihan Nomor : 602.1/422.UKPBJ/2021 Tanggal : 19 Juli 2021. Pada Huruf E.

Dimana dalam Pembukaan dan evaluasi dokumen penawaran, dijelaskan

pada angka 27.4. evaluasi administrasi dan kualifikasi, pertama, evaluasi administrasi meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen penawaran administrasi

dan dokumen penawaran teknis.

Kemudian penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila penawaran lengkap sesuai

yang diminta/dipersyaratkan.

Serta Pokja pemilihan melakukan evaluasi kualifikasi yang meliputi antara lain.

Evaluasi kualifikasi administrasi/dan legalitas. Evaluasi kualifikasi teknis, serta valuasi kualifikasi keuangan.

” Pokja Pemilihan seharusnya dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan, angka 30, pembuktian Kualifikasi.

30.1 Pembuktian kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang.

30.2 Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar Aplikasi SPSE (offline),” terang Adi membeberkan.

Lebih jauh dijelaskannya, pada 30.6 Apabila diperlukan Pokja pemilihan melakukan verifikasi dan atau klarifikasi kepada penerbit

dokumen asli, kunjungan lapangan untuk memastikan kebenaran lokasi (kantor, pabrik, gudang,

dan atau fasilitas lainnya), tenaga kerja, dan atau peralatan.

Tahapan yang dimaksud diatas adalah bahwa Pokja tidak pernah melakukan klarifikasi (Pembuktian keaslian dokumen) kepada penerbit dokumen dalam hal ini tenaga ahli  atas nama drh. Anang, apakah benar memang

yang bersangkutan adalah Tenaga Ahli pada perusahaan CV. Mandiri Perkasa Abadi.

” Atas dasar tersebut seharusnya CV. Mandiri Perkasa Abadi  digugurkan karena tidak memiliki tenaga Ahli dan(Dokter Hewan) sebagai mana yang dipersyaratkan dalam pelelangan tersebut diatas,” tandas Adi.

Belum didapatkan penjelasa atas keberatan tersebut, sebab kepala UKPBJ Ridwan Talabudin saat dihubungi terdengar nada nomor kontaknya tidak aktif, upaya konfirmasi terus dilakukan, saat disambangi ke rumahnya yang bersangkutan juga tidak berada di tempat. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.