UIN Datokarama Palu Genjot Lahirkan Mutiara Moderasi Beragama

oleh -
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Abidin Djafar, S.Ag, M.Ag FOTO : IST

Menindaklanjuti Arahan Kementerian Agama Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sesuai dengan arahan dan kebijakan dari Kementerian Agama RI pusat dalam penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus perguruan tinggi keagamaan yang ada di seluruh wilayah nusantara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, salah satu perguruan tinggi ternama yang ada di wilayah provinsi Sulawesi Tengah dan berpusat di kota Palu, berupaya terus menerus untuk menghasilkan civitas akademika, baik kalangan mahasiswa, para dosen serta Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk bersama-sama mewujudkan mutiara yang dibingkai oleh moderasi beragama.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Abidin Djafar, M.Ag, menjelaskan, apa yang menjadi focus utama dari kementerian agama RI untuk menjadikan moderasi beragama itu telah dan sudah ditindaklanjuti oleh UIN Datokarama Palu dalam mewujudkan konsep mutiara dalam moderasi beragama di lingkungan kampus.

“Bentuk menindaklanjutinya secara massif itu yakni dengan mewujudkan sebagai visi besar UIN Datokarama Palu dengan mengembangkan islam moderat berbasis integarasi keilmuan, spritualitas dan kearifan local,” ungkap Prof. Dr. Abidin Djafar kepada SultengNews.com, Rabu (1/12/2021).

“Lalu ditindaklanjuti lagi dengan pembinaan secara massif kepada cividitas akademika UIN tentang moderasi Beragama. Kemasifan yang saya maksud adalah pembinaan moderasi beragama pada tingkat mahasiswa, tingkat dosen dan tingkat Tenaga Kependidikan (Pendik),” sebutnya.

“Sekarang, UIN Datokarama Palu tahun 2021 telah melakukan sosialisasi pembinaan moderasi beragama dengan 25 persen tingkat mahasiswa, 25 persen tingkat dosen dan 25 persen tingkat Pendik. Ini akan berkelanjutan terus menerus,” sambung Prof. Dr. Abidin Djafar.

Kemudian lanjut Prof. Dr. Abidin Djafar, pada tahun 2022 mendatang, upaya meningkatkan mutiara moderasi beragama terus digenjot pembinaan secara massif hingga sisa 25 persen kepada civitas akademika khususnya para dosen yang mengajar terus dimasifkan.

“Sampai pada masanya UIN Datokarama Palu menjadi contoh peradaban moderasi beragama di Indonesia dan bahkan di dunia, Insya Allah,” tambah Prof. Dr. Abidin Djafar.

“Bentuk dari mutiara moderasi beragama itu adalah dengan memiliki wajah yang senyum, beretika, sopan santun dan lain sebagainya. Kalau sudah masuk di dalam pintu gerbang utama UIN Datokarama, semuanya sudah menyatu dalam bingkai moderasi beragama tadi, tidak ada ekstrim kiri maupun ekstrim kanan, kita semua sama dalam bingkai moderasi beragama tadi,” lanjutnya.

Prof. Dr. Abidin Djafar menegaskan kembali, dengan keinginan yang kuat untuk menanamkan moderasi beragama itu, perlulah kiranya seluruh civitas akademika untuk membuka diri dengan konsep moderasi beragama itu.

Karena sekali lagi ditegaskan bahwa konsep moderasi beragama yang melahirkan mutiara di dalam lingkungan UIN Datokarama Palu perlu diikuti rambu-rambunya, perintahnya, karena ini bagian dari konsep islam dan bukan konsep liberalisasi ala kebarat-baratan.

“Kemauan yang kuat, sadar tentang akan konsep ini, itu harapan kita. Mari kita sadar dan mari kita berbudaya moderasi beragama,” ungkapnya.

“Mau yang beragama Kristen, Agama Hindu, agama Buddha, dan agama lainnya, silahkan masuk ke dalam kampus kami, kamu akan dijemput dengan moderasi beragama di kampus.  Mutiara lahir atas kolaborasi kemajemukan, tidak akan lahir mutiara kalau tidak ada kolaborasi kemajumukan. Itulah moderasi beragama,” jelas Prof. Dr. Abidin Djafar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.