Tuntut PLTU Ditutup, Warga Tawaeli Blokir Jalan Trans Sulawesi

oleh -

Keterangan Foto :

Massa Aksi Empat Kelurahan Yakni Lambara, Panau, Baiya dan Kayu Malue saat memblokir Jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Lambara sebagai bentuk protes atas tuntutan mereka agar PLTU ditutup yang tidak ditanggapi Pemkot Palu. FOTO : BAIM/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Ribuan warga Tawaeli yang merupakan gabungan dari empat kelurahan yakni Lambara, Panau, Baiya dan Kayu Malue melakukan demonstrasi menuntut ditutupnya PLTU Panau.

Massa aksi memblokir jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Lambara sejak pukul 08.00 Wita, sebagai bentuk protes mereka karena pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tidak menghiraukan tuntutan mereka.

Pantauan sultengnews.com di lokasi, hingga pukul 13.00 Wita massa aksi masih memblokir jalan yang merupakan satu – satunya akses keluar dari Kota Palu arah utara. Akibatnya, ratusan kendaraan dari arah Palu tertahan hingga tiga kilometer. Begitupun dari arah Tawaeli ke Palu.

Beberapa mobil nekat menyebrangi sungai agar bisa melanjutkan perjalanan, karena jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Lambara di blokir warga yang melakukan demonstrasi menuntut PLTU Panau ditutup. FOTO : IST

Bahkan beberapa kendaraan, nekat menyebrangi sungai untuk melanjutkan perjalanan. Akibatnya, ada beberapa mobil yang tertahan di sungai Lambara itu.

Salah seorang peserta aksi, H. Ali Lamalongi yang ditemui diselah – selah aksi mengungkapkan, pihaknya sangat  menyesalkan sikap Pemkot Palu yang bermasa bodoh dan tak kunjung turun datang menemui masyarakat

“Tidak ada satupun Perwakilan Pemerintah Kota yang muncul kemari mendengar aspirasi masyarakat, padahal kami berharap ada solusi alias jalan keluar pemerintah selama ini,” ujarnya.

Pihaknya mengancam jika tuntutan mereka tak dipenuhi, warga tidak akan membuka akseas Jalan Trans Sulawesi itu, sebab Walikota Palu Hidayat maupun perwakilannya tidak ada yang muncul menemui massa aksi.

“PLTU tidak mau menanda tangani surat Nota Kesepahaman (MoU), jika pihak Pemkot tidak datang menemui kedua pihak ini. Bayangkan selama enam jam warga menunggu dan sudah empat kali negosiasi tanpa hasil,” kesalnya.

Sementara itu, personil gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Palu tetap siap siaga mengamankan aksi demonstrasi itu.

Hingga berita ini tayang pada pukul 15.30 Wita, belum ada informasi apakah pihak Pemkot Palu akan menemui massa aksi atau tidak. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *