Tragedi Longsor di PETI Buranga, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

oleh -
Lokasi PETI di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo. FOTO : Bidhumas Polda Sulteng.

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pasca tragedi longsornya lubang Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), polisi sudah menetapkan lima orang tersangka, dua dilakukan penahanan dan tiga masih dalam pencarian.

Hal itu diungkapkan Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto melalui keterangan resmi kepada media, Rabu (17/3/2021).

“Penyidik Polres Parigi Moutong telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana pertambangan ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong,”ucapnya.

Didik juga mengatakan kegiatan pertambangan ilegal yang sempat menelan tujuh korban meninggal dunia karena tertimbun longsoran itu terjadi pada  24 Pebruari 2021, korban rata-rata adalah penambang emas yang dilakukan dengan cara mendulang.

“Dilokasi tambang emas ilegal di Desa Buranga juga telah ditemukan empat unit alat berat jenis excavator dan diketahui ada keterkaitan dengan aktifitas pertambangan yang mereka lakukan,”terangnya.

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini juga menjelaskan, dua orang yang ditetapkan tersangka berinisial JMN warga Sengkang Sulsel dan MDL warga Sausu Kabupaten Parimo keduanya merupakan operator excavator, sementara tiga tersangka yang masih dalam pencarian adalah BBT merupakan pemodal warga Bombana Sulawesi Tenggara,  KHR dan DE operator excavator warga asal Sulsel.

Turut disita polisi adalah empat unit excavator, satu unit mesin dompeng dan selang air.

“Terhadap tersangka, penyidik menjerat sebagaimana pasal 158 dan 161 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Minerba dan pasal 98 UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup dengan ancana pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 Milyar,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *