Tragedi Lembatongoa, Muhammad Khairil : Jangan Mudah Terhasut Seolah Itu Issu SARA

oleh -
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Tadulako, Prof. Dr.Muhammad Khairil, M.Si

PALU, SULTENGNEWS.COM – Tragedi pembunuhan di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mendapat perhatian dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Prof. Dr.Muhammad Khairil, M.Si yang menyebut masyarakat jangan mudah terhasut dan seolah tragedi itu menjadi issu SARA.

“Saya bersepaham dengan semua pihak bahwa mohon kita semua tidak mudah terhasut, lalu seolah ini kemudian menjadi ke issu SARA,”ujar Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si kepada sultengnews.com, Senin (30/11/2020).

Khairil mengatakan, atas nama pribadi juga sebagai bagian dari masyarakat dirinya merasa prihatin dan sedih, serta rasa duka yang mendalam khususnya kepada keluarga korban.

“Kita semua sangat menyesalkan peristiwa ini dan berharap segera dapat diungkap bahkan diadili. Tentu tidak satupun kita membenarkan perilaku keji dan tragedi bagi kemanusiaan di Desa Lembantongoa,”ucapnya.

Khairil menjelaskan, dia meyakini bahwa tidak ada satu pun ajaran agama dengan tujuan apapun, membenarkan berbagai tindak kejahatan terlebih tindak kelompok sipil bersenjata.

Bagi Khairil, dalam situasi yang masih sangat memprihatinkan ini, duka yang mendalam bagi keluarga bahkan juga bagi masyarakat secara umum. Dia mengajak untuk masyarakat tetap saling mengingatkan satu dan yang lain. Terlebih lagi, berpikir tenang, positif dan tidak mudah mengumbar informasi yang justru bukan menjernihkan malah memperkeruh situasi.

“Terkhusus teman-teman media, hayo kita bersinergi bersama untuk memberikan informasi yang sehat, jauh dari hoax dan mampu memilah informasi untuk disajikan pada khalayak khususnya yang memberi efek destruktif terlebih memperkeruh situasi,”sebutnya.

Khairil menyatakan, percayakan seluruh proses penanganan tragedi ini pada aparat keamanan. Tentu dengan harapan, hal ini dapat ditangani secara adil. Siapapun pelakunya, ketika terbukti bersalah, masyarakat mendukung penuh untuk diproses dan diadili seadil-adilnya.

“Bagi kita semua, masyarakat umum, termasuk rekan media, tugas kita adalah meredam gejolak potensi berbagai issu termasuk informasi liar yg berkembang,”tuturnya.

Sederhananya, kata Khairil semua informasi dan issu berbau SARA, sudah dipastikan itu tidak betul. Selain itu, masyarakat perlu fungsikan mata dan telinga untuk membantu aparat memberikan informasi yang tepat termasuk info atau issu yang coba memperkeruh situasi.

“Semoga kita semua terus bersinergi bersama, berbagi informasi yang sehat, saling menjaga dan menahan diri, sehingga tidak mudah larut terlebih hanyut oleh issu dan info yang menyesatkan,”pungkasnya.

Diketahui, Dekan FISIP Universitas Tadulako, Muhammad Khairil sejak mengenyam Strata 1 sampai Strata 3 telah mengkaji berbagai kelompok radikal mulai dari Skripsi berjudul Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (Studi Kasus Kelompok Muslim Radikal di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan), sementara judul Tesis yakni Pengaruh Pemberitaan Terorisme Pada Media Massa Terhadap Gerakan Organisasi Islam di Kota Makassar Sulawesi Selatan, kemudian Disertasi dengan judul Kontruksi Makna dan Perilaku Komunikasi Terpidana Kelompok Teroris di Sulawesi Tengah. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *