TNLL Lakukan Monitoring Satwa Terancam Punah Bersama Yayasan Sulawesi

oleh -
Anoa Dataran Rendah. FOTO : Mongabay

PALU,SULTENGNEWS.COM – Sebagai upaya dalam menjaga populasi satwa endemik Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan monitoring terhadap satwa terancam punah bekerjasama dengan Yayasan Sulawesi Community Foundaton (SCF).

Berdasarkan data milik TNLL pada Tahun 2019, hewan endemik yang berada di Kawasan Lore Lindu ada tiga yakni Burung Maleo dengan jumlah populasi 1.032, kemudian populasi Anoa sebanyak 22 ekor. Selanjutnya, populasi terkecil adalah Babi Rusa sebesar 22 ekor.

“Untuk sekarang kami sedang melakukan kegiatan Monitoring Key Spesies yang bekerjasama dengan Yayasan Sulawesi di Makassar, karena itu hasilnya baru minggu lalu ada report pertamanya nanti report terakhirnya di akhir tahun mungkin kondisi-kondisinya,”Kassubag Evlap, TNLL, Doni Heriawan saat ditemui di kantornya, Senin (27/09/2021).

Selain monitoring, kata Doni, TNLL melakukan pembinaan habitat, ketika diketahui dimana tempat Anoa, Burung Maleo, dan Babi Rusa. Doni juga mengaku, pihaknya melaksanakan patroli untuk mencegah akses masyarakat masuk ke kawasan zona inti.

“Kita ini kan berdasarkan SK Direktur KSDAE nomor 180 tahun 2015 tentang penetapan 25 satwa terancam punah prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya, sedangkan di Lore Lindu terdapat 3 satwa, Anoa, Babi Rusa, dan Burung Maleo itu yang selalu kita monitoring, baik populasinya dan habitatnya,”tutupnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.