Tinjau Sejumlah Proyek di Tolitoli dan Buol, Wagub Minta Semua Proyek yang Dikerjakan Harus Berkualitas

oleh -
Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Drs. Mamun Amir bersama Wakil Ketua TP.PKK dan rombongan didampingi Wakil Bupati Tolitoli Amran H. Yahya saat meninjau proyek di Kabupaten Tolitoli, Selasa (15/3/2022). FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, Drs. Mamun Amir bersama Wakil Ketua TP.PKK dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Buol pada Selasa, 15 Maret 2021.

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Buol, Wagub dan rombongan yang didampingi Bupati Tolitoli Amran H Yahya sempat meninjau proyek Jalan Usaha Pangan di Desa Sendana, Kecamatan Galang dan meninjau daerah Irigasi Kolondom Kecamatan Galang.

Saat meninjau proyek itu, Wagub meminta agar seluruh proyek yang dikerjakan provinsi harus berkualitas dan tidak asal dikerjakan dan diusahakan tepat sasaran.

“Seluruh pembangunan harus efektif dan efesien dan sesuai dengan kewenangan,” ujar Wagub memberikan arahan.

Wagub terus menekankan bahwa dalam pengerjaan proyek harus seperti istilah sengsara membawa nikmat, jangan nikmat membawa sengsara. Wagub juga meminta agar kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak, segera diusulkan untuk diprogramkan khususnya pembangunan Irigasi .

Setelah meninjau beberapa proyek di Wilayah Kabupaten Tolitoli, Wagub dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Buol.

Setibanya di Kabupaten Buol,Wagub langsung meninjau lokasi abrasi pantai di Desa Busak dan Desa Manano, Kecamatan Karamat. Wagub mengimbau pemerintah desa, agar dapat memaksimalkan alokasi Dana Desa (DD) untuk kebutuhan yang mendesak di desa.

Meski demikian, Wagub juga meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Inspektorat untuk melakukan analisa untuk solusi penanganannya dan pekerjaannya sesuai dengan kewenangan.

Setelah melaksanakan Salat Magrib, Wagub dan rombongan meninjau Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Buol. Pada kesempatan ini, Wagub menyampaikan harapannya, agar pendidikan anak – anak yang berkebutuhan khusus terus ditingkatkan.

“Sesuai visi dan misi gubernur, tidak dipungut biaya alias biaya sekolah gratis. Khusus SDLB, kita bersyukur dana BOS Pusat yang besar sehingga tidak membutuhkan Dana BOSDA yang disiapkan Pemerintah Provinsi,” ujar Wagub.

Wagub meminta dengan biaya sekolah gratis, tidak ada lagi anak didik yang putus sekolah dan orang tua murid diharapkan memberikan dorongan kepada anak- anak untuk giat belajar, sehingga anak – anak berkualitas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.