Tingkatkan Jumlah Wisatawan, Pemkab Parimo Gelar Lomba Panjat Kelapa

oleh -

Bupati Parigi Moutong, H. Samsulrijal Tombolotutu saat membuka lomba unik yakni panjat kelapa di Kelurahan Bambalemo, Kecamatan Parigi. FOTO : ABDUL RIFAI/SN

PARIGI MOUTONG, SULTENGNEWS.com
Dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung dan wisatawan dalam dan luar negeri di Teluk Tomini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan kegiatan unik yaitu lomba panjat kelapa (Coconut Tree Climbing Tournament).



Kegiatan lomba dilaksnakan di Kelurahan Bambalemo, Kecamatan Parigi yang dibuka langsung Bupati H. Samsulrizal Tombolotutu pada Selasa, (27/08/2019).

Peserta lomba panjat kelapa sangat antusias mengikuti lomba unik yang baru pertama kali dilaksanakan itu. FOTO : ABDUL RIFAI/SN

Ketua panitia lomba panjat kelapa (Coconut Tree Climbing Tournament), dr. Revy J.N Tillar., M.A.P menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada petani kelapa lokal terkait dengan turunya harga kelapa.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menaikan ekonomi petani khusunya para memanjat kelapa serta mengenalkan Kabupaten Parigi Moutong di dunia, maupun masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Ini adalah lomba pertama kali di seluruh Indonesia,” terangnya.

Lomba panjat kelapa itu, diikuti 34 tim yang sudah mendaftar, termaksud salah satunya tim dari Kabupaten Sigi. Setiap tim terdiri dari 4 orang. Tim dari Mandar Sulawesi Barat, terlambat mendaftar karena sudah ditutup pendaftarannya.

“Kita upayakan tahun depan, kegiatannya bisa lebih besar. Adapun tinggi kelapa yang dipanjat, setinggi 14 meter dan ada bel diatas sebagai tanda yang lebih dulu sampai di atas dengan memencet bel nya,” ujarnya.

Bupati Parigi Moutong, H. Samsulrizal Tombolotutu dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan dibuat karena setiap daerah punya tukang panjat kelapa.

”Kalau kita buat panjat tebing, tentunya hanya yang punya uang saja yang bisa ikut, harus beli alat dan sebagainya. Tapi kalau kegiatan panjat kelapa, semua orang bisa ikuti, kalau perlu panitia ikut,” kata bupati dengan nada bergurau.

Bupati menjelaskan, kegiatan lomba panjat kelapa itu baru pertama kali dilakukan.

“Insya Allah akan kita buat kegiatan yang lebih besar dengan mengundang semua daerah, karena saya sudah bertemu dengan salah satu sarjana lulusan Amerika di Poso. Tahun depan beliau akan mengadakan kegiatan lombah-lomba tradisional, termaksud kegiatan lomba panjat kelapa,” terang bupati.

Pantauan media ini di lokasi kegiatan, masyarakat sangat antusias hadir menyaksikan lomba yang baru pertama kali dilaksanakan itu. Hari pertama pembukaan, masyarakat beramai-ramai mendatangi tempat kegiatan baik datang sebagai penonton maupun datang sebagai peserta lomba.

“Kegiatannya unik dan berkesan, serta lucu,” ujar Aona, salah satu pengunjung yang mengaku datang dari Marantale.



Sutrisno, pengunjung lain yang mengaku dari Ongka Malino juga menyampaikan ketertarikannya melihat langsung lomba unik itu.

“Kita datang dari kemarin (Senin, 26 Agustus 2019), naik mobil. Ada tiga mobil kita datang bersama satu tim panjat kelapa dan sudah menginap semalam di Parigi,” katanya.

Kegiatan lombah panjat kelapa (Coconut Tree Climbing Tournament) direncanakan selama tiga hari yaitu dimulai dari Selasa (27/08/2019) sampai Kamis (29/8/2019) dengan total bonus Rp20 juta. Juara I Rp8 Juta. Juara II Rp6 Juta dan Juara III, Rp4 Juta dan Juara IV, Rp2 Juta. FIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *