Tindak Lanjut Demonstrasi 11 April, Komisi II DPRD Sulteng RDP Dengan Instansi Terkait dan Perwakilan Mahasiswa se Kota Palu

oleh -
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulteng sebagai bentuk tindak lanjut dari demonstrasi 11 April 2022 lalu. FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG/ZAINAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sebagai bentuk tindak lanjut dari demonstrasi aliansi mahasiswa se Kota Palu pada 11 April 2022 lalu, Komisi II DPRD Sulteng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait dengan menghadirkan juga perwakilan aliansi mahasiswa se Kota Palu di Ruang Rapat Komisi II DPRD Sulteng, Selasa (19/4/2022).

Fokus pembahasan pada RDP ini yakni terkait kelangkaan minyak goreng, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan Gas Elpiji 3 kg.

RDP ini dilakukan atas tuntutan para mahasiswa saat demonstrasi pada 11 April 2022 lalu yang meminta pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga minyak gorong, harga Elpiji 3 Kg serta masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Rapar ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulteng, H. Moh. Nur Dg. Rahmatu, SE.,M.Si karena diwaktu yang bersamaan Ketua Komisi II Yus Mangun, SE juga memimpin rapat bersama pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga RDP tersebut diserahkan kepada Wakil Ketua Komisi II untuk memimpin rapat itu.

Turut hadir dalam RDP ini Anggota Komisi II DPRD Sulteng yakni Irianto Malingong, Yahdi Basma SH, Muslih,S.Kep.Ns, Faizal Alatas SH dan Rosmini A. Batalipu.

Sementra dari instansi terkait hadir dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulteng, Dinas Pangan Provinsi Sulteng, serta beberapa perwakilan dari aliansi mahasiswa se Kota Palu.

Dalam kesempatan itu, H. Moh. Nur Dg.Rahmatu memberikan kesempatan kepada Disperindag untuk memberikan tanggapannya terkait kelangkaan minyak goreng, BBM jenis solar dan Gas Elpiji 3 kg di Wilayah Provinsi Sulteng.

Plt Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Donny Iwan Setiawan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa penyebab kelangkaan minyak goreng hingga saat ini masih ditelusuri, namun dugaan sementara terkait kelangkaan minyak goreng karena adalah dugaan penimbunan yang dilakukan para mafia pangan atau mafia minyak gorong.

Penyebab lainnya, karena adanya kenaikan Harga Minyak Nabati/Minyak Sawit (Crude Palm Oil) yang saat ini harga di pasar dunia juga naik dari sebelumnya $1100 atau Rp15.783.900,-/Barel, kini menembus $1340 atau Rp19.227.660,-/Barel. Tingginya biaya pengiriman dan biaya sewa kontainer, serta tingginya permintaan harga di luar negeri dibandingkan dalam negeri, juga menjadi penyebab lainnya.

Donny Iwan Setiawan juga menyampaikan, saat ini ketersedian dan kestabilan harga untuk kebutah bahan pokok selama bulan Ramadan hingga 1-2 bulan kedepan, bahan pokok sudah aman.

Untuk kebutuhan minyak goreng dalam kemasan sipasaran, saat ini masih mengalami harga berfariasi. Sedangkan untuk minyak goreng curah, saat ini masih mengalami kendala dari segi pendistribusain. Akibatnya, para produsen belum bisa melakukan pembelanjaan secara masif dan mambuat pendistribusian kedaerah masih mengalami keterbatasan.

“Saat ini juga, Dinas Perindag Provinsi Sulawesi Tengah yang bekerja sama dengan pihak Korem 132/Tadulako merencanakan untuk menggelar pasar murah terkait kebutuhan bahan pokok seperti minyak goreng, Gas Elpiji 3 kg dan Kebutuhan bahan pokok lainnya,” jelas Donny Iwan Setiawan.

Kegiatan pasar murah ini, rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Korem 132/Tadulako pada Tanggal 26 s/d 27 April 2022 Mendatang.

Sekretaris Komisi II DPRD Sulteng, Irianto Malingong dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dari RDP itu terlihat jelas bahwa begitu besar permasalahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Irianto menyampaikan, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan kebijakan – kebijakan secara maksimal untuk mengatasi semua kelangkaan itu salah satunya dengan melaksanakan oprasi pasar serta diawasi oleh satgas yang sudah dibentuk seperti Satgas Pangan, serta Satgas BBM. Namun semua itu, belum juga mampu mangatasi permasalahan hingga saat ini.

Sekretaris Komisi II DPRD Sulteng Irianto Malingong dan Anggota Komisi II lainnya merekomendasikan kepada satgas yang sudah dibentuk dan juga kepada instansi/OPD terkait, agar lebih mengintensifkan dan lebih mengefektifkan pengawasan dan pengendalian di lapangan.

“Khusus operasi pasar, harus tetap dilaksanakan dan dijalankan, serta saya meminta kepada dinas terkait agar dimasukkan juga dalam satgas, agar reprentasi dari kerja – kerja satgas dapat ditinjau dan dilihat langsung oleh DPRD Sulteng,” katanya.

Hal itu penting agar informasi terait masalah kelangkaan itu, bisa lebih terperinci dan terkontrol oleh DPRD Sulteng.

Berdasarkan informasi dari Disperindag Sulteng yang akan melakukan pasar murah pada tanggal 26 – 27 April 2022 di Lapangan Korem 132/Tadulako.

“Diharapkan seluruh masyarakat, bisa memanfaatkan momen atau kesempatan ini untuk memenuhi beberapa kebutuhan pokok dengan harga yang relatif murah dan terjangkau,” kata Irianto Malinggung.

Terkait masalah kelangkaan BBM jenis solar kata Irianto, saat ini Komisi III DPRD Sulteng sedang melaksanakan konsultasi ke Kantor BPH Migas di Jakarta untuk membicarakan permasalahan kelangkaan BBM jenis solar, serta akan meminta penambahan kouta BBM untuk Wilayah Sulteng.

Perwakilan aliansi mahasiswa se Kota Palu, Salahuddin atau yang biasa disapa Daeng selaku Kordinator Aliansi Mahasiswa Se-Kota Palu menyampaikan, keresahan yang dirasakan masyarakat juga dirasakan mahasiswa/mahasiswi yang hidup dalam rantauan.

Begitu berat para mahasiswa untuk bisa memenuhi kebutahan pokok yang terus naik harganya, sehingga Salahudin meminta kepada pemerintah pusat maupun daerah agar secepat mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat dan mahasiswa itu. Apalagi di Bulan Ramadan seperti ini, tentu kebutuhan pokok semakin meningkat.

Setelah semua pihak menyampaikan usulan dan pendapatnya, RDP lalu ditutup Wakil Ketua Komisi II, H.Moh. Nur Dg. Rahmatu. (Humpro DPRD SULTENG/Zainal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.