Tiga Tahun Sudah Penyintas Jalani Puasa di Huntara

oleh -
Salah seorang penyintas, Fatmawati (50) saat ditemui di Huntara miliknya di Kelurahan Petobo. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM- Tragedi bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 2018 silam, menyisahkan kisah sedih bagi penyintas yang masih menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pasalnya, meski sudah masuk pada Bulan Suci Ramadhan ketiga tahunnya, penyintas tak kunjung pindah dari Huntara.

Kebanyakan dari penyintas telah kehilangan tempat tinggalnya, harta benda dan sanak saudara saat bencana melanda Bumi Tadulako.

Salah seorang penyintas di Kelurahan Petobo, Fatmawati bersama anggota keluarga lainnya masih menetap di Huntara hingga saat ini.

“Ini sudah masuk ke ramadhan ketiga kita di sini. Sedih rasanya saya miris menjani puasa dan hari raya di huntara, belum lagi di sini panas sempit,”ujar Ibu berusia 50 Tahun itu, saat ditemui di Huntara miliknya di Kelurahan Petobo, Kamis (15/04/2021).

Fatmawati mengatakan, di Hubtara masih banyak yang perlun dibenahi, seperti air sedikit sulit, sehingga membuat sebagian besar penyintas yang berada di Huntara tak betah lagi berlama-lama ditempat tersebut.

“Sebenarnya sudah tidak nyaman kita di sini, tapi kita sudah tidak punya pilihan karena sudah tidak ada tempat tinggal lain,”ucapnya.

Fatmawati  juga mengungkapkan, pemerintah pernah menyampaikan bahwa penyintas hanya akan tinggal di Huntara selama dua tahun. Namun, yyatanya sampai saat ini di tahun ketiga penyintas sama sekali tidak direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap).

“Saya berharap supaya penerintah bisa secepatnya menyelesaikan pembangunan huntap, suapaya kita bisa pindah secepatnya dari huntara,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *