Tidak Pernah Bayar SSRD, Pedagang Tidak Boleh Jualan

oleh -
Meskipun belum ditempati, pasar Bambaru Moderen sudah ditempatkan security pengaman. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu tekankan kepada pedagang pasar Bambaru yang tidak pernah bayar Surat Setoran Restribusi Daerah (SSRD), tidak diperkenankan untuk berjualan di dalam gedung pasar Bambaru Moderen, setelah resmi nantinya ditempati.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajenkris, tegaskan, adanya sejumlah anggapan dari pedagang lama (asosiasi pedagang) yang menginginkan kembali untuk berjualan di pasar Bambaru Moderen namun tidak pernah memberikan kontribusi terhadap daerah kota Palu melalui pembayaran SSRD, bakal tidak diperkenkan untuk berjualan di pasar Bambaru modern.

Hal ini kata Ajenkris, bagaimana mungkin mau memasukkan pedagang lama yang tidak pernah berjualan puluhan tahun, lantas meminta untuk bisa kembali berjualan di dalam pasar Bambaru moderen.

“Sudah puluhan tahun lantai dua tidak pernah digunakan, lalu ada pedagang yang merasa dirinya pernah jualan disana datang dan meminta untuk bisa berjualan kembali. Tidak bisa, masa tidak pernah bayar Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD) atau bayar los, kemudian mau minta masuk lagi,” ungkapnya kepada SultengNews.com, Minggu (9/1/2022).

“Memang ada dari asosiasi pedagang yang meminta kepada saya, saya sampaikan, apa kontribusinya kepada daerah. Mereka bilang ini tempat jualan saya di lantai dua, terus apa gedung pasar Bambaru itu milik pedagang, tidak, ini milik pemerintah,” sebutnya.

Kemudian, Ajenkris jelaskan lagi, bahwa selain memang pedagang lama yang sudah terdata dan berjualan di lantai satu bakal menempati gedung pasar Bambaru modern setelah ditempati.

Pedagang yang boleh berjualan di dalam pasar Bambaru modern adalah pedagang baru yang memiliki nilai barang yang dijual tidak sama dengan barang yang dijual di pasar-pasar tradisonal yang ada di kota Palu.

“Ini pasar Moderen, masa mau di kasih pedagang berjualan pakaian yang sama dengan yang di jual di pasar tradisional, tidak. Kita seleksi, pedagang yang masuk pedagang yang nilai barangnya inpor, karena memang ini kelasnya sudah pasar modern bukan lagi pasar tradisional,” sebutnya.

“Kita memang ada kasih masuk pedagang baru diluar dari pedagang yang sudah terdata, tetapi mereka yang masuk ini pedagang professional. Pedagang yang jual barang-barang inpor, bukan yang dari pasar tradisional,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kata Ajenkris, meskipun gedung pasar Bambaru modern belum ditempati secara resmi namun dengan jumlah pedagang yang sudah terdata di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, nantinya setelah resmi dan siap ditempati pedagang-pedagang tersebut langsung menempati tempat jualan yang berada di lantai satu, lantai dua dan lantai tiga bagian atas.

“Secara keseluruhan sudah ada 184 pedagang yang menempati. Artinya sudah hampir penuh isi pedagang, baik yang di lantai satu untuk pedagang lama sebanyak 84 orang, lantai dua termasuk dengan lantai tiga atas khusus kuliner dan live music,” lanjutnya.

“Saya tegaskan, tidak ada lagi atas nama pedagang dengan memiliki dua los atau tempat jualan apalagi los yang disewa dijual ke orang lain. Ini tidak dibenarkan, kita langsung tarik izinnya,” tegasnya.

Sementara itu, Asosiasi pedagang pasar Bambaru Sunardih, menyayangkan adanya pedagang baru yang masuk dan berjualan di pasar Bambaru tanpa dengan mempertimbangkan pedagang yang lama.

Katanya menambahkan, meskipun pedagang lama dan tidak berjualan sudah lama, sebaiknya ini menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk bisa mengakomodir agar pedagang bisa kembali berjualan di pasar Bambaru modern.

“Sangat disayangkan, pedagang lama tidak dikasih masuk, pedagang baru malah masuk,” kesalnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.