Tersisa 6 Orang Lagi, Aparat Diminta Jangan Kendor Lakukan Pengejaran Kelompok MIT Poso

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Muhaimin. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Anggota DPRD Sulteng, Muhaimin meminta aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri agar tidak kendor melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang kini kabarnya tinggal 6 orang lagi.

“Aparat keamanan saya minta agar jangan kendor melakukan pengejaran kelompok MIT Poso yang saat ini tinggal 6 orang lagi. Filing kami, mereka sudah lemah karena adanya penyekatan dan pengejaran,” ujar Muhaimin saat ditemui di Gedung DPRD Sulteng, Senin (2/8/2021).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, saat ini aparat keamanan sudah mulai turun lagi dari pengejaran. Padahal kata dia, seharusnya aparat melakukan pergantian dan terus melakukan penyisiran dan pengejaran agar sisa 6 orang lagi itu bisa segera diselesaikan.

“Yang kami liat di lapangan, aparat turun lagi. Harusnya bergantian dan terus melakukan penyisiran. Nanti kami tunjukan bukti mereka turun lagi dari penyisiran,” ujarnya.

Muhaimin mengingatkan, aparat keamanan harus benar – benar serius menyelesaikan sisa 6 orang lagi dari kelompok MIT Poso itu, sehingga tidak muncul lagi anggapan buruk terhadap Polri bahwa masalah keamanan di Poso itu, dijadikan proyek karena sudah mau masuk lagi pembahasan anggaran baru ini.

“Ini operasi Madago kan diperpanjang lagi, karena tiap dua bulan diperpanjang,” katanya.

Muhaimin mengaku, saat melakukan reses atau jaring aspirasi di Poso, banyak warga yang menyampaikan pertanyaan sampai kapan operasi madago ini selesai, karena banyak warga terutama petani yang khawatir kekebun selama masa oprasi ini.

“Petani resah, karena adanya operasi. Masyarakat juga belum berani kekebun, karena adanya operasi itu. Sampai saat ini belum ada solusi. Olehnya, aparat keamanan segera selesaikan sisa 6 orang lagi itu, agar masyarakat bisa berkebun dan bertani lagi.” paparnya.

Muhaimin menyatakan, sekarang masyarakat takutnya bukan lagi sama teroris, karena warga yakin kelompok MIT Poso itu tidak lagi pegang senjata. Warga justru khawatir dengan aparat, saat mereka ke kebun.

“Warga khawatir jangan sampai saat mereka ke kebun untuk beraktivitas, bisa jadi sasaran. Apalagi sampai sekarang, belum ada penjelasan sampai kapan operasi ini selesai,” tandasnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.