Terkait Raperda TJSP, Pansus II DPRD Sulteng Temui Dirut PT CPM di Jakarta

oleh -
Panitia Khusus II DPRD Sulteng, yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) melakukan pertemuan dengan Direktur PT. Citra Palu Minerals (CPM) di Jakarta. FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

JAKARTA, SULTENGNEWS.COM – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Sulteng, yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) melakukan kunjungan kerja di Jakarta dengan menemui Direktur PT. Citra Palu Minerals (CPM) yang melakukan kegiatan di Kota Palu.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pansus II DPRD Sulteng, Dr. Alimudin Paada menyampaikan bahwa Pansus sedang menggodok Raperda TJSP di Sulteng, sehingga meminta masukan dari direksi dan managemen PT. CPM untuk kesempurnaan dari Raparda yang sedang digodok itu.

“Kami akan mengundang perusahaan yang berkaitan dan berharap dari managemen PT. CPM dari pusat bisa hadir, karena memiliki sumber manusia yang cukup bagus,” ujar Alimudin Paada.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PT CPM, Suseno Pramudinata mengatakan, konsep perusahaan yang dipimpinnya adalah mengelola bahan sumber daya yang tidak terbatas.

“Kami berharap apa yang kami lakukan semoga mendapatkan berkah, agar saat kami pergi masyarakat juga masih bisa hidup,” katanya.

Suseno juga menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat bertanya masih berapa besar potensi yang bisa dikelola di Sulteng.

“Kami sampaikan masih ada 4 blok Citra Palu di Sulawesi Tengah. Jadi kalau ada tambang, maka ekonomi itu dari tambang karena itu yang cepat atau terbesar penghasilannya. Ketika tambang pergi, dibilang seperti kota hantu,” katanya.

Suseno juga mengaku, ada beberapa masyarakat dan kepala desa yang dibuatkan kontrak dengan baik, agar dapat meningkatkan kesejahteraan dengan kemampuan masing-masing dan fasilitas yang disediakan bisa dikembang dengan kerjasama.

“PT Citra Palu Minrals ini, masih dalam tahapan karena belum berkembang dan bisa jadi CPM dengan perusahaan lain berbeda,” jelasnya.

Sementara Anggota Pansus, Sonny Tandra, ST dalam kesempatan itu menyampaikan, dana bagi hasil tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang terjadi dalam praktek perusahaan.

Olehya, dia bertanya berapa besaran CSR sudah dikeluarkan oleh manageme CPM.

Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin S.Sos., M.Si menuturkan, soal menggunakan potensi lokal yang cukup menarik, tapi yang dipersoalkan jalan banyak berlubang jika meninjau lokasi. FUL/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.