Terbukti Homoseksual, 16 Prajurit TNI Dipecat Dari Kesatuan TNI

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

SEMARANG, SULTENGNEWS.COM – Sebanyak 16 Prajurit TNI Dipecat sebagai anggota TNI, karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis (Homoseksual) atau yang kini dikenal dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Terbaru prajurit TNI yang dipecat karena homoseksual adalah Serka RR yang divonis pemecatan oleh Pengadilan Militer II-10 Semaran, Rabu (21/10/2020) karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis.

Serka RR juga dipenjara 8 bulan, karena tidak mematuhi perintah atasan yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual.

“Benar (ada putusan tersebut),” kata humas Pengadilan Militer Semarang Letkol Asmawi seperti dikutip detikcom, Rabu (21/10/2020).

Serka RR dinyatakan terbukti melanggar pasal 103 KUHP Militer tentang melawan perintah atasan.

Perintah tersebut yakni Serka RR tidak menaati Surat Telegram Panglima TNI dan Kasad tentang larangan anggota TNI menjadi homoseksual. Vonis itu dibacakan pada Rabu (21/10/2020) oleh Ketua Majelis Letkol CHK Khamdan.

Vonis Serka RR memperpanjang daftar anggota TNI yang dipecat karena LGBT. Untuk yang sudah diadili hingga tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) sudah mengadili 16 oknum anggota TNI yang terlibat LGBT dan semuanya dipecat.

“Sebanyak 16 perkara sudah diputus di tingkat kasasi. Semuanya dipecat,” kata Jubir MA Hakim Agung Andi Samsan Nganro.

Pemecatan anggota TNI LGBT juga diketok oleh Pengadilan Militer Jayapura, Pengadilan Militer Bandung, Pengadilan Militer Surabaya, hingga Pengadilan Militer Tinggi Medan.

Salah satunya adalah Letda DS, yang mulai terjerumus menjadi homoseksual saat mengikuti komunitas LGBT. Padahal Letda DS mengetahui ada Surat Telegram Panglima TNI yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual dan sanksinya pemecatan.

Pada 6 April 2020, Pengadilan Militer Denpasar memutuskan Letda DS bersalah dengan sengaja tidak menaati perintah dinas. Letda DS dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari militer.

“Terdakwa yang melakukan perilaku seks yang menyimpang dengan sesama jenis dan terlibat komunitas LGBT karena selaku prajurit TNI seharusnya terdakwa dapat menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan terdakwa dalam berperilaku. Utamanya dalam menaati aturan hukum sehingga perbuatan terdakwa sangat bertentangan dengan aturan perundang-undangan maupun ketentuan agama apa pun sehingga harus diberikan tindakan tegas,” ucap Majelis Pengadilan Militer Denpasar yang diketuai Letkol Ronny Suryandoko. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *