Temu Jejaring DPRD Sulteng Bersama Koalisi Perempuan Indonesia

oleh -
Anggota Komisi I DPRDSulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah saat menggelar temu jejaring bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Kantor DPRD Sulteng, Selasa (23//11/2021). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

PALU, SULTENGNEWS.COM – Anggota Komisi I DPRDSulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah menggelar temu jejaring bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) di Kantor DPRD Sulteng, Selasa (23//11/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat advokasi pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) yang kerap kali dialami kalangan perempuan.

Koalisi permpuan Indonesia adalah organisasi masa perempuan dan gerakan yang diharapkan mampu mempengaruhi dan melibatkan diri dalam perubahan sosial untuk mewujudkan keadalian dan kesetaraan gender.

Koalisi Permpuan Indonesia fokus terhadap perempuan, isu perempuan yang berasaskan Pancasila dan hak asasi perempuan, serta terhadap pemenuhan hak – hak perempuan dan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan

Adanya pandemi Covid 19, berpotensi meningkatkan resiko terjadinya Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS ) diseluruh dunia termaksud di Indonesia.

KBGS adalah bentuk kekerasan yang harus dihindari dan dicegah bersama, sehingga perlu peran serta berbagai lapisan masyarakat baik laki – laki maupun permpuan, termaksud anak muda dalam mencegah semakin banyak terjadi KGBS.

Melihat hal tersebut, Koalisasi Permpuan Indonesia perlu melakukan pengorganisasian mulai dari tingkat badan Gender San Seksual Indonesia sebagai organisasi masa dan gerakan yang peduli pada penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap permpuan dan anak.

Koalisi Permpuan Indonesia wilayah Sulteng memandang, partai harus dapat melakukan perubahan cara pandang dan budaya masyarakat, struktur hukum yang bias ganda dan aturan hukum yang dapat memperkecil peluang terjadinya kekerasan berbasis Gender dan seksual.

Koalisi Perempuan Indonesia memperkenalkan program Gen G dan pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS) di Kota Palu.

Diskusi dan mencari informasi terkait kasus KBGS dan kebijakan daerah yang dapat memperkuat perlindungan dan pencegahan terhadap kekerasan berbasis gender dan seksual di Kota Palu akan terus dilakukan.

Harus ada strategis dan membangun komitmen bersama jaringan dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender dan seksual di Kota Palu dengan mengorganisasi dan berpartisipasi dalam memperkuat jaringan komonitas di Kota Palu, memperkuat advokasi kebijakan dan pengorganisasian yang harus dilakukan sesuai hasil yang diharapkan.

Tersampaikannya informasi tentang program Gen G pencegahan kekerasan berbasis gender, diperoleh informasi tentang kasus KBGS dan kebijakan daerah yang dapat memperkuat perlindugan dan pencegahan terhadap kekerasan berbasis gender dan seksual di Kota Palu, serta terciptanya komitmen dan senegritas untuk pencegahan kekerasan dan berbasis gender dan seksual yang melibatkan jaringan organisasi permpuan dan anak di Kota Palu.

Selanjutnya, memperbesar peluang menyukseskan advokasi dan pengorganisasian di Kota Palu, pembentukan kesepakatan dan komitmen untuk membuat gerakan bersama jaringan dalam pencegahan kekerasan berbasis gender dan seksual tingkat lokal, serta membuat kesempatan atas strategis dalam memperkuat pencegahan kekerasan gender dan seksual. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.