Tegakkan Perda, Truck Muat Material Basah Mengenai Aspal Jalan Didenda 500 Ribu Rupiah

oleh -
oleh
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto. FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu akan mengintensifkan razia terhadap kegiatan lalu lintas truck pengangkut material pasir batu (Sirtu).

Kegiatan razia ini dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Razia akan dilakukan baik secara mobile maupun berjaga di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dishub Palu Trisno Yunianto mengatakan, beberapa poin penegakan terhadap muatan Perda ini antara lain larangan bagi truck mengangkut material basah dan jatuh ke jalan serta teknis operasional pengangkutan lainnya.

“Setiap pengangkut material wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan. Pasal 33 menyebut kontruksi bak muatan harus tertutup dan memuat material kering,” urai Trisno kepada SultengNews.com.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini menurutnya, dilakukan dengan pemberian teguran tertulis bagi pelanggar yang baru pertama kali melakukan pelanggaran. Jika dua kali melakukan pelanggaran maka langsung dikenakan denda sebesar 500 ribu rupiah.

“Karena pengaruhnya di jalan. Muatan pasir yang basah dia akan terikut air dengan pasir ke jalan. Ketika kering itu akan licin, itu berbahaya bagi keselamatan. Kedua, material basah yang jatuh ke aspal pasti akan merusak jalan. Yang ditutup supaya tidak keluar,” kata dia.

Selanjutnya hal teknis lainnya, Trisno menyebut truck dengan kontruksi muatan melebihi bak atau kas juga akan dikenakan denda serupa.

“Ada pasirnya gundukan begitu. Rata saja dengan bak. Kalau terjadi gundukan material ini juga sama akan dikenai denda,” katanya.

Untuk mengoptimalkan penegakan Perda tersebut, pihaknya lanjut Trisno akan mengintensifkan razia di jalanan. Dengan titik utama ruas jalan masuk di Jalan Touwa dan ruas jalan di Kelurahan Silae.

Kemudian akan mendirikan Portal di Jalan Malaya dan beberapa titik ruas jalan lain.

Portal itu kata Trisno bertujuan untuk memastikan muatan material yang diangkut itu kering dan baknya tertutup.

“Akan dilakukan pemerintah kelurahan. Portal kelurahan nantinya yang akan memeriksa muatan truck pengangkut material ini. Kalau ngga penuhi syarat tadi, maka dia (truck) akan tertahan di portal. Tapi tidak ada penarikan retribusi hanya khusus mengecek muatan,” sebutnya.

Masih menurut Trisno, portal itu nantinya akan gembok untuk malam hari. Kunci gemboknya akan dipegang ketua Rukun Tetangga (RT) maupun Ketua Rukun Warga (RW).

“Nanti portal itu akan digembok dan kuncinya dipegang Ketua RT. Jika malam hari, kegiatan angkut muat truck tidak boleh lagi dilakukan khusus untuk truck yang mengambil material basah,” ungkapnya.

Selain itu, portal tersebut juga untuk mengantisipasi jalan-jalan tikus yang biasa digunakan truck untuk mengangkut material sirtu.

“Sebenarnya menghindari jalan utama. Karena ada jalan tikus yang biasa dilalui truck. Nah, jalan-jalan tikus yang dipasangi portal, totalnya 22 titik,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.