Tak Dilibatkan Bahas Pembagunan Asrama, Pengurus Asrama Kecewa Terhadap PUPR Parimo

oleh -
Pengurus Asrama perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Pantai Timur. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM- Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Pantai Timur (PPMPT) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sebagai pengurus Asrama Pelajar, Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sangat menyayangkan dan kecewa atas sikap Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Parimo yang tidak melibatkan mereka saat membahas pembangunan asrama mahasiswa.

Pasalnya, pertemuan pembahasan kelanjutan pembangunan asrama atau sering disebut Asrama Pantai Timur yang rencana di bangun tahun 2021 ini merupakan tuntutan belasan pengurus yang terhimpun dalam PPMPT selaku Mahasiswa tinggal di Asrama bertempat di Jalan S.Parman Kota Palu tersebut. Tetapi justru tidak dilibatkan.

Hal itu disampaikan Ketua Asrama Pantai Timur Parimo Eetricat, kepada sultengnews, Kamis (05/11/2020), malam.

Dia mengaku pengurus tidak di undang bahkan tidak mengetahui adanya pertemuan yang di gelar di ruang rapat Kepala Dinas PUPRP Parimo.

Mahasiswa IAIN Palu ini menerangkan, selama ini permintaan pembangunan kembali asrama itu lahir dari tuntutan pengurus yang menghuni di asrama tersebut karena melihat kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi penghuninya.

Dia mengatakan, permintaan pembangunan kembali itu diperjuangan sejak beberapa tahun lalu oleh pengurus PPMPT Parimo. Bahkan, saat itu tuntutan tersebut sempat terhambat akibat belum terbitnya alas hak (Sertivikat) tahan asrama sebagai aset Pemerintah Kabupaten Parimo.

“Tetapi berkat upaya pengurus PPMPT Parimo bersama Dinas PUPR Parimo yang saat itu dijabat Zulfinasran menghasilkan titik terang solusi terbitnya Sertivikat itu,”ucapnya.

“Saat ini permintaan kita untuk di bangun kembali karena selama ini kendala tidak di bangun adalah belum adanya Sertivikat lahan Asrama sebagai aset Pemkab Parimo. Tapi setelah ingin mau di bangun justru Dinas PUPRP Parimo tidak melibatkan PPMPT selaku pengurus yang tinggal di Asrama ini bertahun-tahun,”beber Ketua Asrama Pantai Timur.

Ketua Asrama Pantai Timur itu meminta agar Dinas PUPRP Parimo melibatkan pengurus asrama pada pembahasan pembangunan ini agar sebagai mahasiswa yang selama ini mempertaruhkan keselamatannya tinggal bangunan tua tersebut benar – benar memahami dan mengetahui desain dan perkembangan pembangunannya.

“Justru yang dilibatkan forum Mahasiswa yang bukan anak tinggal Asrama,”sebutnya.

“Kami tegaskan yang selama ini tinggal di Asrama ini adalah Mahasiswa yang tergabu dlaam pengurus PPMPT Parimo tapi kami pengurus tidak di undang beberapa kali pembahasan itu. Termasuk yang hari ini juga. Sampai saat ini kami tidak mengetahui bentuk desain bangunanya bagaimana,”pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *