Tak Ada Tembatan, Perahu Nelayan Terus Alami Kerusakan

oleh -
Ketua Kelompok Nelayan Talise, Arham saat memperlihatkan perahu rusak. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Akibat tak ada tambatan, perahu nelayan terus mengalami kerusakan hingga sebabkan merosotnya perekonomian nelayan di Kelurahan Talise, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Sampai sekarang banyak perahu yang rusak karena ombak, persoalannya berakibat kepada aktivitas nelayan merosot pencahariannya, karena ketika melaut perahu rusak akibat disapu ombak dan terbentur batu,”ujar Ketua Nelayan Talise, Arham saat ditemui sultengnews di pinggir pantai Talise Selasa (02/03/2021).

Sejauh ini, Arham mengungkapkan, sudah ada 3 perahu nelayan di Kelurahan Talise yang mengalami kerusakan, 1 diantaranya masih bisa di perbaiki, namun 2 perahu lainnya mengalami kerusakan parah.

Bahkan, kata dia, sudah 2 Tahun lamanya dia menyuarakan permintaan pembuatan tambatan perahu kepada Pemerintah Kota Palu, namun sampai saat ini belum direalisasikan.

“Sebenarnya sudah 2 Tahun lalu saya sampaikan, namun sampai sekarang ini belum ada realisasi kalau kita mengacu pada Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 hak nelayan menguasai pesisir pantai dan pulau-pulau terpencil yang ada di luarnya,”katanya.

Namun, bagi Arham, tanggul yang dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng memiliki sisi positif mengurangi abrasi pantai.

“Sisi positifnya penangkal ombak ada juga, karena mengurangi abrasi pantai yang merasakan itu nelayan,”ucapnya.

Arham menerangkan, nelayan kesulitan untuk menambat perahu-perahu ketika seusai melaut.

“Dimana lagi kita mau taruh perahu disana ada batu disini juga ada batu, sementara nelayan sudah banyak,”terangnya.

“Yang terjadi sekarang ini pekerjaan jalan terus, tapi tambatan perahu tidak ada,”tegasnya.

Arham juga menjelaskan, seharusnya pemerintah dan perusahaan yang membangun tanggul harus berangkat dari keinginan masyarakat khususnya nelayan di pesisir pantai.

“Yang di kampung nelayan tembatan perahu sementara sudah di buatkan kemarin, di besusu belum ada, karena nelayan di Besusu kurang lebih 34 orang untuk di Talise berkisar 140 orang nelayan,”jelasnya.

“Harapan saya segera dibuatkan tambatan perahu, karena kami juga berusaha agar bisa menyaingi nelayan yang ada diluar daerah,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *