Tahun 2019, IPM Sulteng Mengalami Peningkatan

oleh -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Drs. Dumangar Hutauruk, M.Si, saat konferensi pers bersama wartawan di ruang rapat kantor BPS Sulteng, Senin (02/03/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Di Tahun 2019 Indeks Prestasi Manusia (IPM) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami peningkatan dengan besaran IPM Sulteng mencapai 69,50 persen di 2019.

“Angka IPM Sulteng 69,5, jika di perhatikan mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan data 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Drs. Dumangar Hutauruk, M.Si, saat konferensi pers bersama wartawan di ruang rapat kantor BPS Sulteng, Senin (02/03/2020).




Menurutnya, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk), IPM salah satu indikator target pembangunan pemerintah dalam pembahasan asumsi makro di DPR RI. IPM juga digunakan sebagai indikator dalam penentuan Dana Alokasi Umum (DAU), Komponen IPM menjadi indikator yang digunakan dalam penghitungan Dana Intensif Daerah (DID).

“IPM adalah indikator jangka panjang, sehingga perlu kehati – hatian dalam memaknainya, kemajuan pembangunan manusia dapat dilihat dari dua yakni kecepatan IPM dan status IPM,” ujarnya.

“Kecepatan IPM menggambarkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pembangunan manusia dalam suatu periode, status IPM menggambarkan level pencapaian pembangunan manusia,”sambung Dumangar.




IPM Sulteng saat ini kata Dumangar, masih berstatus sedang dengan pencapaian 69,50 persen diukur dari komponen pembentuk seperti angka harapan hidup saat lahir di Sulteng 68,23 persen, harapan lama sekolah 13,14 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,75 tahun serta pengeluaran perkapita Rp 9.604 rb.

“Pada 2019 IPM Sulteng tumbuh 0,90 persen. Pertumbuhan 2019 lebih rendah dibandingkan 2018 dengan besaran 1,13 persen, sedangkan dalam kurun waktu 2011-2019 IPM Sulteng mencatat pertumbuhan rata-rata sebesar 1,05 persen,”ucapnya.

Adapun besaran IPM Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah yakni, Kota Palu 81,50 persen, Morowali 72,02 persen, Poso 71,40 persen, Banggai 70,36 persen, Morowali Utara 68,45 persen, Sigi 68,16 persen, Buol 67,69 persen, Donggala 65,49 persen, Parigi Moutong 65,47 persen, Toli-toli 65,42 persen, Banggai Laut 65,27 persen, Banggai Kepulauan 65,13 persen, Tojo Una-una 64,52 persen.




Dari 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah, pada tahun 2019 hanya Kota Palu yang memiliki IPM berstatus sangat tinggi, tiga kabupaten berstatus tinggi yakni Kabupaten Morowali, Poso dan Banggai, sedangkan Kabupaten lainnya masih berstatus sedang.

“Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah yang mengalami peningkatan pertumbuhan IPM tertinggi pada 2018-2019 merupakan Kabupaten Tojo una – una dengan presentase 1,80 persen, Tolitoli 1,27 persen, Morowali 1,24 persen. Itu artinya program yang di canangkan pemerintah dimasing-masing kabupaten mengena kepada masyarakat,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *