Survei Terakhir Poltracking; Rusdy – Ma’mun 60,6 Persen, Hidayat – Bartho 33,0 Persen

oleh -
Hasil Survei Terakhir Poltracking. SUMBER DATA POLTRACKING

PALU, SULTENGNEWS.COM – Poltracking Indonesia Kembali menyelenggarakan survei pada tanggal 25-30 November 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Klaster survei ini menjangkau 13 Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.

Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

“Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak,” ujar Manajer Riset Poltracking Indonesia, Masduri melalui rilis yang dikirim ke redaksi sultengnews.com malam ini Sabtu (5/12/2020).

Dikatakan, setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih. Sebanyak 25 persen dari total sampel didatangi dan diwawancarai kembali untuk memastikan kebenaran data dan seluruh responden (100 persen) dikontak kembali lewat telepon guna keperluan konfirmasi dan verifikasi data.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas kandidat gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, serta mengukur potensi partisipasi dan kemantapan pilihan.

Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut: Pertama, survei ini menemukan tingkat popularitas Rusdy Mastura (77.6 persen) menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kandidat lainnya, diikuti popularitas Ma’mun Amir (65.9 persen), Mohamad Hidayat Lamakarate (58.3) dan Bartholomeus Tandigala (43.2).

Pada tingkat akseptabilitas kandidat, Rusdy Mastura (69.8 persen) juga menjadi kandidat dengan tingkat kedisukaan paling tinggi dibandingkan kandidat lainnya, diikuti Ma’mun Amir (60.2 persen), Mohamad Hidayat Lamakarate (46.5 persen) dan Bartholomeus Tandigala (34.2 persen).

Kedua, survei ini menunjukkan bahwa berdasarkan pertanyaan dengan simulasi surat suara, elektabilitas pasangan Rusdy Mastura – Ma’mun Amir (60.6 persen), unggul dari elektabilitas pasangan Mohamad Hidayat Lamakarate – Bartholomeus Tandigala (33.0 persen), dengan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) (6.4 persen).

“Model pertanyaan dengan responden mencoblos simulasi surat suara, mempunyai validasi jawaban lebih baik dibandingkan jawaban responden yang disampaikan kepada interviewer survei,” terang Masduri.

Ketiga, tingkat pengetahuan pemilih terhadap pilkada Sulawesi Tengah sebesar (86.0 persen), masih ada sebagian publik (8.5 persen) yang tidak mengetahui Pilkada Sulawesi Tengah 2020.

Dia menambahkan, pada tingkat potensi partisipasi publik, mayoritas publik pasti mencoblos pada pilkada Sulawesi Tengah (70.3 persen) pada Desember nanti, sebanyak (6.5 persen) belum pasti mencoblos dan (2.6 persen) tidak akan mencoblos.

Sementara pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya (73.1 persen) dan yang masih mungkin mengubah pilihannya (14.8 persen) pemilih.

“Temuan ini merupakan potret terbaru peta kekuatan elektoral masing-masing pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Jika tidak ada perubahan peta politik yang signifikan, kemungkinan besar Rusdy Mastura – Ma’mun Amir unggul pada hasil Pilkada Sulawesi Tengah 2020,” tandasnya. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *