Sulteng Terima Bantuan Pengembangan Perikanan 5,8 Miliar

oleh -

Keterangan Foto :

Kadis KKP Dr. Ir. Hasanudin Atjo saat menerima Terima Bantuan Pengembangan Perikanan 5,8 Miliar/Foto HSN Pemprov. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima bantuan dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP) senilai 5,8 miliar di tambak udang vanamei supra intensif Kecamatan Mamboro, Kota Palu.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Karantina dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Ir Rina M Si kepada Kepala Dinas KKP Provinsi Sulteng Dr. Ir Hasanuddin Atjo, MP yang disaksikan rombongan anggota DPR RI Komisi 4.

Bantuan tersebut diterima dalam bentuk alat eskavator sebanyak 4 unit, 2 paket kegiatan program pengelolaan irigasi tambak partisipatif (PITAP), calon induk Nila, benih Nila dan Vaname, pakan ikan dan asuransi untuk budi daya seluas 50 hektar.

Kepada awak media, Hasanudin mengatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan budidaya udang vanamei skala micro, yang nantinya diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat petani.

Ia juga mengungkapkan jika setiap kepala keluarga memiliki setidaknya 8 tambak micro yang berukuran diameter 5 meter dan harga jual udang vanamei 70 ribu per kilogram , lebih kurang akan mendapatkan keuntungan 30 juta sekali panen dalam waktu 4 bulan.

Disampaikanya, bahwa apa yang tengah dikembangkan dinas KKP Sulawesi Tengah dapat memberi sumbangan nyata kepada pembangunan di Indonesia. Secara khusus mengentaskan kemiskinan. “Teknologi supra intensif skala rakyat yang merupakan yang pertama di Indonesia saya harap dapat Mengentaskan kemiskinan.

Anggota DPR RI Roem Kono yang juga meninjau budi daya tersebut mengamini apa yang disampaikan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa setiap program pemerintah, harus dapat menyentuh rakyat, dan juga mensejahterakan masyarakat.

Khususnya rakyat petani dan nelayan. Menurutnya, petani dan nelayan merupakan pejuang bangsa yang menyediakan sumber makanan serta protein bagi banyak orang.

“Orang bisa bilang ikan enak tetapi bagaimana kondisi kesejahteraan nelayan. ini yang menjadi kewajiban pemerintah, termasuk pembibitan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan perumahan untuk nelayan juga menjadi perhatian, seperti juga ada di kementerian sosial.

“Bagaimana generasi kita bergantung juga kepada petani dan nelayan, karena mereka yang menyediakan makanan protein. Kita menginginkan pemerataan pembangunan”, katanya.

Roem yang juga mengunjungi gudang beras Bulog (GBB) Tondo, mengapresiasi Bulog Sulteng dan jajarannya dalam menjaga stok dan stabilitas harga beras di wilayahnya.

Ia pun berkeinginan menguatkan lembaga tersebut. Karena menurutnya Bulog memiliki peran yang sangat strategis dalam menyediakan dan mendistribusikan pangan nasional.

“Penyerapan gabah dari petani oleh Bulog ini menjadi penting. Kita kembalikan fungsi Bulog. Karena untuk menopang kepentingan orang banyak. Bulog tidak seperti dulu. Sekarang seperti perusahaan swasta biasa”, ujar Roem. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *