Sulteng Masuk Zona Kuning, Bisa Belajar Tatap Muka di Sekolah

oleh -
Irwan Lahace kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng. FOTO : ALSIH MARSELINA/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pandemi covid-19 sangat berdampak terhadap ekonomi dan sosial, termasuk aktivitas pembelajaran di sekolah. Namun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berencana akan memulai pembelajaran tatap muka di wilayah zona Hijau dan kuning.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Irwan Lahace mengatakan, penyesuaian pembelajaran di era pandemi covid-19 masih akan dikaji, terutama permintaan data dari Dinas Kesehatan melalui hasil survey data Dinas Kesehatan.

Irwan Lahace mengaku, Gubernur Sulteng telah meminta dirinya untuk melakukan komunikasi dan menggelar pertemuan dengan kepala Dinas Pendidikan Kota untuk membahas terkait pembelajaran tatap muka bagi daerah – daerah yang masuk zona hijau dan kuning, sehingga bisa menjadi rujukan bagi bupati untuk mengambil kebijakan.

“Karena inti di dalam penyesuaian pembelajaran di masa pandemi ini sangat mendasar, sehingga ada beberapa poin yang harus diperhatikan seperti harus ada izin pemerintah daerah dalam hal ini gubernur, bupati dan walikota serta harus mempunyai izin orang tua,” jelas Irwan Lahace saat ditemui sultengnews.com di ruang kerjanya, Rabu ( 12/7/2020).

Selain itu, pihak sekolah harus memaklumi hasil keputusan dari orang tua murid jika saja nantinya tidak mengizinkan anaknya untuk kembali belajar di sekolah, karena masih sangat khawatir terhadap penularan covid-19 di sekolah.

“Rencananya, pembelajaran agar mengurangi jam pertemuan seperti pada normalnya. Untuk SMA dan SMK, jumlah murid di kelas sekitar 18 siswa. Jika pembelajaran yang nantinya sudah bisa bertatap muka, maka tidak diperkenankan adanya kantin sekolah berjualan untuk mencegah penyebaran virus corona di sekolah,” tandasnya. SIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *