Sulteng Bergerak Tanggapi Pernyataan Komisioner KPU Kota Palu

oleh -
Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu

PALU, SULTENGNEWS.COM – Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu menanggapi pernyataan Iskandar Lembah, Divisi Teknis, Komisioner KPU Kota Palu yang menyebut bahwa isu penanganan bencana telah dilakukan pada debat pertama Calon Walikota Palu dan Wakil Walikota Palu.

Menurut Adri, pada debat pertama Calon Walikota Palu, materi yang dibuat oleh panelis sama sekali tidak memprioritaskan pemulihan korban pasca bencana di Kota Palu.

“Betul ada isu bencana disinggung sedikit, tetapi itu bukan dari materi yang ditanyakan moderator. Isu itu muncul dari salah satu kandidat. Sayangnya, perdebatan tentang isu pemulihan korban bencana tidak menjadi prioritas moderator.”ujar, Adriansa Manu, kepada sultengnews, Selasa (10/11/2020).

Dia menyatakan, kalau isu pemulihan korban pasca bencana betul menjadi prioritas pada debat pertama, maka pertanyaan-pertanyaan harus menohok pada strategi dan program para kandidat dalam percepatan penyelesaian masalah penyintas.

“Jika KPU dan panelis memahami betul apa itu pemulihan korban pasca bencana maka, pertanyaan penting yang harus diajukan kepada masing-masing kandidat adalah terkait dengan pelayanan dasar.”ucapnya.

Pelayanan dasar, kata Adriansa, itu menyangkut penyiapan hunian tetap, pemulihan ekonomi penyintas, santunan hidup, isi hunian, air bersih, pelayanan kesehatan dan pendidikan, pelayanan informasi, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan serta pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban saat terjadi bencana.

“Itu semua harus menjadi isu prioritas, karena masalah penyintas belum selesai di Kota Palu, masih ada ribuan orang tinggal di kamp-kamp pengungsian. Selain itu, daerah kita juga rentan mengalami resiko bencana gempa, banjir, longsong dan lain-lain.”sebutnya.

Adriansa menerangkan, berdasarkan data Sulteng Bergerak masih terdapat 1612 kepala keluarga (KK) (KK) dan 6014 jiwa penyintas tinggal di Huntara. Sementara kata Adriansa, korban yang belum menerima jaminan hidup di Kota Palu masih sekitar 24.000 jiwa.

“Ini belum termasuk warga yang mengalami rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Hitungan kami masih ada sekitar 29.000 KK belum menerima dana stimulan, di luar penerima Huntap.”terangnya.

Selain itu, bagi Adriansa, stategi penyiapan mitigasi bencana juga harus menjadi isu prioritas dalam debat kandidat. Sebab kata dia, Kota Palu adalah salah satu daerah yang paling tinggi mengalami kerentanan bencana. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *