Sulteng Bergerak Desak Pansus Rehab Rekon Memperjuangan Kepentingan Penyintas

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sulteng Bergerak mendesak panitia khusus (Pansus) rehabilitasi dan rekontruksi yang baru – baru ini dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, harus benar – benar memperjuangkan aspirasi penyintas di Kota Palu.

“Kita berharap Pansus yang dibentuk ini, tidak sekedar casing untuk memperlihatkan bahwa DPRD Kota Palu seakan – akan serius mengawasi pelaksanaan rehab rekon kepada publik. Kita ingin Pansus rehab rekon tersebut bekerja betul – betul untuk memperjuangkan kepentingan penyintas di Kota Palu,” kata Kordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/02/2020).




Secara tegas, Kadi sapaan akrabnya, menyebut tugas Pansus adalah memastikan pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi betul – betul berjalan sesuai kebutuhan dan kepentingan penyintas.

“Jangan sampai yang tidak menjadi kebutuhan penyintas, justru itu yang menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) seperti pembangunan infrastruktur yang menelan anggaran hingga triliunan. Sementara para penyintas, masih menderita di tenda -tenda pengungsian dan dihunian sementara,” tegas Kadi.

Menurutnya, pansus mesti mengutamakan kepentingan penyintas dalam proses evaluasi kerja-kerja Pemkot selama ini. Sebab kata dia, kondisi penyintas saat ini makin memprihatinkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah Kota.




“Tujuh belas bulan tinggal di tenda atau huntara itu tidak mudah, sudah banyak penyintas jatuh sakit bahkan ada yang meninggal karena kondisinya yang tidak layak huni. Ditambah lagi mayoritas penyintas tidak memiliki pekerjaan, untuk makan sehari sekali saja sulit mereka dapatkan,” ujarnya.

Kadi juga berharap Pansus rehab rekon betul-betul melibatkan partisipasi masyarakat terutama penyintas dalam setiap pembahasan masalah yang akan menjadi keputusan resmi DPRD Kota Palu kepada Pemkot Palu.

“Sebelum pembentukan Pansus, DPRD Kota Palu memang mengatakan akan membuka setiap sidang pembahasan masalah rehab rekon. Pernyataan ini harus betul-betul dilaksanakan, jangan sampai sekedar pernyataan tapi dalam prosesnya masyarakat tidak lagi dilibatkan,” ucap Kadi.

Selain itu, Adriansa juga berharap kepada Pansus rehab rekon Kota Palu untuk mengevaluasi anggaran yang digunakan selama penyelenggaraan bencana di Kota Palu mulai dari tanggap darurat, transisi hingga fase rehab rekon yang sedang dilaksanakan saat ini.




Kadi menjelaskan, selama ini kita tidak pernah tahu berapa biaya yang habis dan berapa dana yang masuk ke KAS daerah kota Palu selama penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pansus harus menelisik seluruh anggaran itu dan meminta Pemkot membuka laporan keuangannya kepada publik karena itu uang Negara dan dana publik jadi perlu transparansi dan keterbukaan.

“Saya berharap Pansus rehap rekon mendesak Pemkot Palu untuk segera menyalurkan dana stimulan kepada penyintas yang benar-benar rumahnya rusak baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan. Uangnya kan sudah ada, jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda penyalurannya karena alasan data yang belum valid,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *