Sri Indrianingsi : Ketahanan Keluarga Harus Dilakukan Melalui Kegiatan Sosial dan Edukasi Berkelanjutan

oleh -
Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indrianingsi Lalusu saat melaksanakan sosialisasi mandiri Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Nomor. 14 Tahun 2019 Tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga bertempat di Desa Luwuk, Kabuapten Banggai, Jumat (23/4/2021). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

BANGGAI, SULTENGNEWS.COM – Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indrianingsi Lalusu melaksanakan sosialisasi mandiri (Sosman) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Nomor. 14 Tahun 2019 Tentang Pembangunan Ketahanan Keluarga bertempat di Desa Luwuk, Kabuapten Banggai, Jumat (23/4/2021).

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Lurah Luwuk Sadat Dahlan Hi. Kasim, SH masyarakat, serta lembaga terkait dengan jumlah kurang lebih 88 peserta.

Sri Indrianingsi Lalusu mengatakan, sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait isi dari Perda Nomor 14 Tahun 2019 untuk mewujudkan ketahanan keluarga di Kabupaten Banggai.

“Penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga, merupakan sebuah proses dan upaya terus menerus yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan keluarga,” papar ketua Komisi I DPRD Sulteng ini.

Dikatakan, anggota keluarga dalam Perda Nomor 14 Tahun 2019 berhak mendapatkan informasi sosialisasi peraturan perundangan dan kebijakan yang terkait kepentingan lingkungan keluarga dan masyarakat luas.

Hal itu disampaikan polisi PDI Perjuangan itu dalam menjawab poin terbesar pertanyaan dari masyarakat setempat yakni bagaimana strategi pemerintah dalam menangani masalah kekerasan dalam Rumah Tangga.

Sri Indianingsi menjelaskan, masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam Undang – Undang itu sudah jelas disebutkan bahwa siapa saja yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, bisa terancam pidana penjara.

“Olehnya, pembangunan ketahanan keluarga harus dilakukan melalui kegiatan sosialisai edukasi dan pembinaan secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk mewujudkan kualitas keluarga dalam memenuhi fisik material dan mental spritual secara seimbang, sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal menuju keluarga sejahtera lahir dan batin,” tekan politisi senior PDI Perjuangan ini.

Kegiatan sosialisasi ini, berlangsung selama kurang lebih 3 jam dirangkaikan buka bersama dengan masyarakat setempat dan tetap mematuhi protokol kesehatan. FUL/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *