SP3 Kasus Jembatan IV Palu, LS-ADI; Kejati Terlalu Banyak Terkontaminasi Politik

oleh -
Massa aksi dari dari LS-ADI Palu saat melakukan demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng beberapa waktu lalu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap dugaan korupsi pembayaran jembatan IV Palu, hingga kini terus menuai polemik. Bahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, dinilai tidak serius menangani kasus ini sejak awal hingga keluarnya SP3 terhadap kasus ini.

“Tiga kali kami mengajukan audiens dengan Kajati, sebagai langkah kongrit keseriusan kami (LS-ADI) dalam mengawal kasus ini. Namun tak pernah digubris pihak Kejati Sulteng, sehingga kami menilai pihak Kejati Sulteng memang tidak serius dan terlalu banyak terkontaminasi politik,” ujar salah satu pengurus Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), Mastang dalam keterangan pers yang diterima redaksi media ini, Selasa (6/7/2021).

Hal ini kata Mastang, bisa dilihat dari lambatnya pengumuman SP3 ke publik yakni pada tanggal 30 Juni 2021. Padahal SP3 itu, sudah dikeluarkan sejak tanggal 21 April 2021 lalu.

Mastang menilai, keluarnya SP3 terhadap dugaan korupsi jembatan Palu IV, merupakan bentuk penghianatan terhadap keadilan. Padahal indikasi korupsinya sangat sangat jelas dengan adanya pengembalian uang Rp50 juta oleh salah seorang mantan anggota DPRD Kota Palu.

LS-ADI kata Mastang, akan berkomitmen mengawal terus dugaan kasus korupsi jembatan Palu IV karena Kejati terlihat tidak terlalu serius terhadap kasus ini. LS-ADI juga akan mengawal kasus dugaan korupsi asrama haji yang hingga kini belum ada kejelasan, serta mengawal proyek pembangunan kantor Kejati baru yang diragukan pengerjaannya bisa selesai tepat waktu, karena hingga Juni 2021 baru terpasang tiang pancang.

Sebelumnya, LS-ADI telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi terhadap berbagai dugaan kasus korupsi di Sulteng, termasuk diantaranya dugaan korupsi pembayaran jembatan IV Palu, serta pembangunan asrama haji Palu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *