Sopir Penumpang Umum Dari Parimo Bebas Rapid Test di Perbatasan Kota Palu

oleh -
Para petugas perbatasan nampak memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke Kota Palu. FOTO : ALSIH MARSELINA/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kabar gembira bagi para sopir penumpang umum dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), karena bisa masuk ke Kota Palu tanpa harus membayar lagi biaya rapid test di perbatasan Kota Palu tepatnya di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membuat kesepakatan dengan Pemerintah Kota Palu agar para sopir angkutan umum bebas rapit rapid test di perbatasan Kota Palu.

Hal itu dikemukakan Badan Komunikasi (Bankom) Rapi, Irmawati saat ditemui sejumlah wartawan di perbatasan Kota Palu dan Donggala tepatnya di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Sabtu (17/10/2020) lalu.

“Untuk sekarang, seluruh supir angkutan umum dari Kabupaten Parimo dibebaskan rapid test, tetapi untuk para penumpang tetap harus rapid test. Jika penumpang tidak membawa hasil rapid test, maka kami mewajibkan untuk melakukan rapid test mandiri disini dengan biaya 150 ribu,” ujarnya.

Dikatakan, masa berlaku rapid test yang dilakukan di perbatasan Kota Palu, di Kecamatan Tawaeli berlaku hingga dua minggu atau 14 hari sejak keluarnya hasil rapid test itu.  Irmawati menyampaikan, dalam beberapa hari lalu telah dilaksanakan tepid test mandiri di klinik Agung. Dari 84 orang yang di rapid test mandiri, 81 dinyatakan non reaktif diperbolehkan masuk ke wilayah Palu.

Sementara 3 orang lainnya, dinyatakan reaktif maka secara tegas tidak bisa masuk di wilayah kota Palu dan diminta untuk menyerahkan data-data diri seperti KTP dan Foto lalu diarahlan untuk kembali kedaerah asalnya,” ucapnya.

“Saya berharap untuk pemerintah Kota Palu, dapat membentuk tim khusus untuk diperuntukkan menjaha akses jalan-jalan lain menuju Kota Palu untuk menjaga masuknya virus corona di wilayah Kota Palu,” tandasnya. SIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *