Solidaritas Perempuan Palu, Dorong Penguatan Perempuan Desa Toaya Dengan Ekonomi Kreatif

oleh -
Proses pengolahan kerajinan tangan perempuan Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

DONGGALA, SULTENGNEWS.COM – Solidaritas Perempuan (SP) Palu mendorong penguatan perempuan Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala dengan ekonomi kreatif.

Penguatan ekonomi kreatif perempuan Desa Toaya dengan melakukan pengolahan kerajinan tangan berbahan dasar lidi, sabut dan batok kelapa.

Adapun bahan dasar tersebut dibuat menjadi pot bunga yang dirancang dari jaring kawat dan sabut kepala, sebab sabut kelapa dapat menyimpan air untuk jangka waktu yang cukup lama, sehingga efektif dijadikan media tanam untuk bunga.

Bukan itu saja, terdapat vas bunga yang terbuat dari kertas market yang ditempelkan pecahan batok kelapa, sehint terlihat menarik bagi peminatnya.

Selanjutnya, mereka juga membuat tempat tissu makan yang berbahan kertas market yang, selanjutnya perempuan Desa Toaya membuat sapu lidi yang di tancapkan di kertas market dan ditambah kayu ditengah sapu tersebut agar lebih kokoh.

“Tujuan Solidaritas Perempuan (SP) Palu dalam melakukan pengembangan ekonomi kreatif ini, untuk perempuan bisa berdaulat atas pangan, tubuh, dan pemikiran mereka,”ujar Staf Penguatan Organisasi Solidaritas Perempuan (SP) Palu, Isna Ragi, Kamis (24/09/2020).

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif ini dengan melihat sumber daya alam yang ada di Desa Toaya, dan yang terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif ini ada 18 orang perempuan.

Isna menerangkan, walaupun Solidaritas Perempuan sudah membangun praktek kemandirian ekonomi, akan tetapi tidak berakhir sampai disini, karena akan terus ada keberlanjutan dengan penguatan-penguatan ekonomi kreatif dengan inovasi yang baru lagi.

“Sebab, pasca bencana gempa dan tsunami kemarin perempuan di Desa Toaya, Kabupaten Donggala, masih banyak yang belum mendapatkan hak-haknya terkait dan stimulan dan lainnya,”terangnya.

“Ketika perempuan bisa berdaya secara ekonomi, maka perempuan tidak akan ketergantungan dengan hasil kerja suaminya,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *