SMA dan SMK Dibolehkan Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya..!

oleh -
Ilustrasi peserta didik SMA saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka dengan Prokes ketat. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dibolehkan melakukan belajar tatap muka atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng mensyaratkan pengetatan protokol kesehatan di lingkup sekolah.

Sebelum melepas masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sulteng, H Irwan Lahace sempat mengikuti pertemuan bersama Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan yang mengintruksikan semua kewenangan ini diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) seperti Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas kepada daerah PPKM level 1-3.

Namun untuk daerah PPKM level 4, masih dalam pemantuan dengan ekstra hati-hati.

“Pada saat itu memang Pak Menteri Luhut Binsar Panjaitan sudah menyampaikan bahwa kewenangan ini dimintakan kepada semua Pemda dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk membuka pembelajaran secara terbatas untuk daerah PPKM level 1-3,” ucap H Irwan Lahace saat ditemui di kantor Disdikbud Sulteng, Selasa (31/08/2021).

Setalah pertemuan itu, melalui Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Sulteng, Adiman menyampaikan dirinya akan membuat intruksi gubernur untuk pembelajaran yang dipersyaratkan sesuai dengan SKB 4 Menteri.

PTM dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan ketat dan wajib tersedia tempat cuci tangan, handsanitizer, wajib memakai masker.

“Jadi tetap mengacu kepada itu (SKB 4 Menteri) karena ada poin-poin yang di persyaratkan, terutama protokol kesehatan yang ketat,”ungkap H Irwan Lahace.

Namun kata H Irwan Lahace, dalam pelaksanaan PTM hanya berlaku bagi daerah PPKM level 1-3 yaitu Kabupaten Sigi, Banggai Laut, Parigi Moutong, Donggala, Tojo Una-una, Morowali, Morowali Utara, Buol, Banggai Laut dan Toli-toli.

Sedangkan daerah yang masih dalam PPKM level 4 yakni Kota Palu, Kabuapten Poso dan Banggai.

“Diperbolehkan tapi dalam terbatas, artinya setengah-setengah yakni 50 persen di sekolah dan 50 persen secara daring sesuai SKB 4 Menteri,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.