Sesuai Undang-Undang, Rumah Sakit Dilarang Menolak Pasien Berobat

oleh -
Salah satu pasien tanpa keluarga yang dirawat dan ditangani di Rumah Sakit Anutapura Palu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sesuai undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia, setiap rumah sakit pelayanan kesehatan tidak dibenarkan menolak pasien saat membutuhkan penanganan medis.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hukum dan Humas Rumah Sakit Anutapura Palu Riswal, menerangkan, rumah sakit sebagai institusi pemerintah, yang membantu pemerintah dalam hal pelayanan kesehatan, pelayanan kepada masyarakat, tidak dibenarkan menolak pasien ketika datang berobat, hanya karena dengan tidak ada biaya pengobatan.

“Pada prinsipnya sebenarnya tidak boleh menolak pasien. Dalam artian tidak boleh menelantarkan, begitu datang yang harus diperhatikan dulu adalah bagaimana ada tindakan, penanganan,” ungkap Riswal kepada SultengNews.com saat ditemui langsung di ruangannya, Rabu (23/2/2022).

“Siapapun orangnya, karena itu amanat undang-undang, amanat konstitutusi kita. Negara di bentuk untuk semua masyarakat, bukan hanya golongan tertentu,” sambung dia.

Artinya kata dia, dalam prakteknya, ketika ada pasien yang hendak berobat termasuk di Rumah Sakit Anutapura Palu (RSAP), setiap petugas kesehatan untuk tidak menanyakan yang pertama kali adalah memiliki uang atau memiliki jaminan kesehatan.

Hal ini dimaksudkan, kata Riswal, untuk lebih mengedepankan pertolongan terhadap pasien yang membutuhkan penanganan dalam kesehatan, bukan sebaliknya karena uang atau jaminan tertentu.

“Dasar utama dalam membuat segala macam aturan atau produk negara dalam prinsip hukum yang tertinggi itu adalah keselamatan masyarakat. Ketika ada pasien datang, tindaki, tangani dulu, urusan pembiayaan di belakang,” sebut dia.

Menurutnya, di Rumah Sakit Anutapura Palu sendiri, telah banyak kasus-kasus pasien yang datang berobat tanpa dengan di dampingi keluarganya.

Seperti pada salah satu pasien yang sedang dalam penanganan dan perawatan di RSAP sendiri, sejak dari tanggal 12 Februari 2022 ditangani hingga saat ini belum ada sama sekali pihak keluarga dekatnya yang datang untuk berkunjung dan melihat langsung pasien tersebut.

Apakah itu artinya, pihak rumah sakit untuk menolak menangani dan merawat pasien sementara pasien membutuhkan pertolongan, tentu tidak, kata Riswal.

“Si pasien tidak memiliki KTP, cuman dia ketahui namanya Udin, asal desa Babang, kecamatan Bulagi Selatan, kabupaten Banggai Kepulauan. Kita rawat dia dari mulai tanggal masuk 12 Februari 2022, sampai sekarang belum ada keluarga dekat yang datang berkunjung,” ungkapnya.

“Sementara di dalam pengebotan tentu ada biaya yang harus dikeluarkan, ini tanggung jawab siapa, sementara dia tidak punya uang, keluarga tidak ada yang jenguk. Namun yang terpenting adalah selamatkan dahulu manusianya, soal biaya nanti kita cari bersama-sama solusinya seperti apa,” tutup Riswal.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.